Investasi Saham dan Efek Anjlok, Saratoga (SRTG) Berbalik Rugi Rp 10,14 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berbalik mencatatkan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 10,14 triliun tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba mencapai Rp 4,58 triliun.
Manajemen SRTG dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (18/3/2024) menyebutkan, rugi bersih tersebut dipicu atas kerugian bersih atas investasi saham dan efek lainnya senilai Rp 13,81 triliun tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan keuntungan Rp 3,75 triliun.
Baca Juga
Galang Dana Besar-besaran, Saham Provident (PALM) Menuju Level Rp 650
Hal ini menjadikan SRTG membukukan rugi laba sebelum pajak menjadi Rp 11,30 triliun, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu dengan laba sebelum pajak mencapai Rp 4,62 triliun.
Rugi tersebut memicu perseroan cetak rugi per saham menjadi Rp 750 sepanjang 2023, dibandingkan dengan tahun 2022 dengan laba per saham senilai Rp 342 per saham.
Sebelumnya, Edwin Soeryadjaya selaku pengendali kembali menambah kepemilikan saham di Saratoga Investama (SRTG). Penambahan tersebut bertujuan sebagai investasi.
Baca Juga
Dirinya melalui penjelasan resminya menyebutkan bahwa dirinya telah membeli sebanyak 383.600 saham SRTG dengan harga pelaksanaan Rp 1.543 per saham pada 15 Februari 2024.
Aksi tersebut menjadikan total saham yang dikendalikannya bertambah dari semula 51,3438% menjadi 51.3466% saham SRTG.

