Jelang Kuartal Akhir 2024, Cermati Saham Emiten Peternakan Ayam Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Performa kinerja keuangan emiten peternakan ayam maupun unggas bakal memasuki masa pemulihan pada kuartal akhir tahun 2023.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, saham emiten perternakan ayam direkomendasikan overweight dengan potensi pemulihan segera datang.
Baca Juga
Investor Asing Berbalik Masuk Pasar Pekan Ini, Net Buy hingga Rp 1,69 Triliun
Pemulihan emiten ini datang dari potensi pertumbuhan pendapatan pasca pemilu pada tahun 2024, harga baku yang cenderung moderat, berlanjutnya program pemusnahan ayam, dan lebih stabilharga ayam.
“Di tengah sejumlah faktor tersebut, kami menetapkan saham CPIN sebagai pilihan teratas, menyusul tingginya,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas yang diterbitkan pekan lalu.
Baca Juga
Harga Logam Mulia Antam Hari Ini, Beli Rp 1,079 Juta Per Gram
Terkait kondisi pasar, dia mengatakan, harga ayam hidup turun dari Rp 21 ribu per kg pada awal September menjadi hanya 18 ribu per pertengah September. Sedangkan harga jual anak ayam (DOC) masih tinggi didukung berlanjutnya program pemusnahan (culling program) induk ayam.
Sedangkan harga pembelian jagung mencapai Rp 6.300 per awal September 2023, kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan beban pakan pada kuartal III-2023.
Baca Juga
10 Saham Ini Cuan Terbesar Pekan Ini, Ada Yang Melesat hingga 86%
Harga pembelian soybean meal (SBM) menunjukkan penurunan ke bawah US$ 400 per ton pada pertengahan September, seiring dengan ekspektasi panen kedelai Amerika Serikat (AS) baik dengan volume peningkatan. Rata-rata harga SBM diprediksi berada dalam rentang US$ 455 per ton tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor peternakan ayam. Saham sektor ini dinilai masih memiliki peluang penguatan, seiring dengan potensi pulihnya pasar menjelang kuartal akhir tahun ini.
Prospek emiten pertenakan ayam:
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

