BEI Ungkap Besarnya Potensi Investor Pasar Modal Syariah, Asalkan Hambatan Diatasi
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffry Hendrik mengungkap bahwa potensi pertumbuhan investor pasar modal syariah sangat besar di Indonesia. Pertumbuhan akan lebih pesat, apabila sejumlah kendala bisa diatasi.
“Kita menargetkan investor pasar modal syariah paling tidak mencapai 130 ribu orang sampai akhir tahun. Sedangkan sejumlah kemudahan yang diberikan diharapkan mempercepat pertumbuhan investor segmen ini,” ungkap Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/01/2024).
Baca Juga
Lampu Hijau Rencana Merger Muamalat dengan BTN Syariah, Ini Kata Wamen Tiko
Pertumbuhan diprediksi akan lebih cepat setelah diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 15 pada Agustus 2023 dan ditargetkan mulai berlaku efektif pada Februari tahun ini. POJK tersebut mengatur ketentuan sub rekening efek (SRE) di KSEI dapat menjadi penampung dana, dibandingkan selama ini harus melalui RDN Syariah.
Hal ini dimungkinkan karena belum banyak bank penyedia RDN syariah dengan proses pembukaan rekening semudah RDN konvensional. “Dengan pemanfaatan POJK 15 ini, kita harapkan experience calon investor syariah bisa lebih mudah dalam membuka rekening efek syariah,” ungkapnya.
Baca Juga
Direvisi Naik, BI Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 3,1% Tahun 2024
Terkait lambatnya pertumbuhan investor pasar modal syariah, dia mengatakan, dipicu proses pembukaan RDN syariah terlalu lama dan prosedurnya tidak semudah pembukaan rekening konvensional. Selain itu, jumlah anggota bursa yang melayani pembukaan rekening syariah belum sebanyak konvensional.
"Rekening konvensional sekarang dilayani oleh 92 anggota bursa, tapi untuk membuka rekening syariah hanya dilayani oleh 18 anggota bursa. Hal tersebut menghambat perkembangan jumlah investor syariah,” ungkap Jeffrey.

