Makroekonomi Membaik, Telkom Optimistis Kinerja 2024 Lebih Baik
JAKARTA, investortrust.id – Makroekonomi Indonesia diyakini membaik dan inflasi terjaga pascapemilihan presiden, sehingga Telkom optimistis kinerjanya akan lebih baik. Emiten berkode sama TLKM ini berharap kebijakan suku bunga dan pengendalian inflasi dapat mendukung perkembangan bisnis perseroan.
POH VP Investor Relations PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Raden Achmad Faisal mengakui, tahun 2024, masih akan diselimuti berbagai ketidakpastian. "Memang, masih terdapat banyak ketidakpastian ekonomi, ketidakpastian politik, apalagi tahun ini tahun politik. Tapi, kami percaya bahwa makroekonomi akan membaik, inflasi terjaga. Setelah pemilihan presiden, kita harapkan lebih stabil dan 2024, saya yakin performance Telkom akan lebih baik dan resilience dibanding tahun 2023," tuturnya usai menerima penghargaan Best Stock Awards 2024, yang diselenggarakan oleh Investortrust bekerja sama dengan Infovesta, di Artotel Suites, Jakarta, Kamis (25/01/2024) malam.
Telkom berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam Best Stock Awards 2024. Kedua penghargaan tersebut adalah Best Stock Awards 2024 Category for Infrastructrue Big Cap dan Best Stock Awards 2024 Category for BUMN Big Cap.
Untuk Best Stock Awards 2024 Category for BUMN Big Cap, TLKM bersanding dengan dua emiten pelat merah lain. Emiten ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Baca Juga
Borong Best Stock Awards, Ini Kunci Sukses Telkom Indonesia (TLKM)
Kepada Investortrust, Raden menilai dari sisi makroekonomi, Indonesia cukup sukses. Bank Indonesia bisa mempertahankan suku bunga yang rendah. Inflasi juga terkendali di level 3%.
“Semoga ini sustainable, sehingga konsisten dan secara umum bisa lebih baik dari 2023," ucapnya.
Transformasi Digital
Memasuki tahun 2024, Telkom bersiap untuk memaksimalkan transformasi perseoran menuju perusahaan digital. Diungkapkan Raden, perseroan sudah menjalankan Five Bold Moves.
Five Bold Moves ini terdiri dari lima strategi yang menjadi backbone perseroan menuju perusahaan digital. Lima strategi itu terdiri dari inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), InfraCo, Data Center Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo. Saat ini, TLKM masih terus fokus menjalankan inisiatif tersebut, dengan penekanan pada FMC, InfraCo, dan Data Center Co.
"Kami akan meningkatkan transformasi namanya Five Bold Moves, sudah kami lakukan. Ini dilakukan untuk bertransformasi dari perusahaan yang tadinya tradisional menjadi digital company. (Selama ini), kami sangat kuat di connectivity tapi cukup tertinggal di platform maupun digital business," paparnya.
Baca Juga
Telkom dan Indosat Ooredoo Hutchison Sepakat Perkuat Infrastruktur Digital Tanah Air

