BNI Asset Management Optimistis Semester II Kinerja Pasar Modal Membaik
BANDUNG, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir akibat sejumlah faktor global, termasuk kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Meski kondisi pasar menantang, BNI Asset Management optimistis prospek investasi di pasar modal dan kinerja reksa dana akan membaik pada semester kedua 2025.
Direktur Utama BNI Asset Management Ari Adil mengungkapkan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh kondisi global. Ketidakpastian global juga menciptakan volatilitas yang sangat tinggi di pasar saham dan mungkin juga obligasi.
”Mungkin kita melewati semester I (2025) memang challenging, kita melihat bahwa di semester II (2025) mungkin kondisi akan sudah lebih baik,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, usai peluncuran produk reksa dana Endowment Fund BNI-AM Teakwood di Kelas Unpad Idaman, di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Bandung, Sabtu (22/2/2025).
“Karena dari sisi ekonomi global di Amerika, penyesuaian-penyesuaian dari hal-hal baru yang dilakukan sekarang oleh Presiden Trump itu mungkin akan sudah mulai diterima dan di-align dengan kondisi dari semua negara yang ada di dunia, dan kita melihat mungkin di semester II kita akan lebih baik,” sambung Ari.
Baca Juga
IHSG Sepekan Melesat 2,54%, Penopang Utama DCII, DWGL, dan POLU
Dalam menghadapi dinamika pasar yang penuh tantangan, BNI Asset Management berkomitmen untuk tetap menghadirkan solusi investasi yang tepat bagi para investor. Menurut Ari, strategi utama pihaknya adalah menyediakan produk yang sesuai dengan siklus pasar.
“Kalau kita lihat di kondisi market sekarang mungkin yang wide challenging, di mana volatilitas tinggi di aset-aset seperti saham dan segala macam, kita mungkin memang melihat bahwa solusi investasi itu harus cocok dengan market cycle,” katanya.
BNI Asset Management sendiri, lanjut Ari, menawarkan empat produk utama yang dapat menjadi pilihan investor, yakni reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran, dan pasar uang.
“Jadi ini yang merupakan solusi yang nanti kita akan tawarkan disesuaikan dengan kondisi market cycle yang berlaku saat itu,” ucapnya.
Baca Juga
BNI Asset Management dan Unpad Luncurkan Reksa Dana Endowment Fund, Bisa Investasi Mulai Rp 10.000

