Jasa Marga (JSMR) Bilang Ini Terkait Probabilitas Dividen Lebih Besar Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menjawab peluang nilai dividen yang lebih besar dari keuntungan inti tahun 2023, seiring raihan laba bersih menjadi Rp 5,86 triliun hingga September 2023.
Hal ini dituturkan Corporate Finance & Investor Relations Senior Group Head Jasa Marga (JSMR) Haning Pangastuty, dalam Konferensi Pers Kinerja Jasa Marga Kuartal III-2023.
Baca Juga
Laba Bersih Jasa Marga Melesat 493,2%
“Memang terkait dividen apakah bisa lebih besar dari tahun lalu, itu akan tergantung sekali dengan hasil diskusi bersama dengan tim Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” ujar Haning di Kantor Pusat Jasa Marga, Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Senin (4/12/2023).
Meski laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang kuartal III-2023 sudah lebih besar dibanding setahun penuh 2022, namun manajemen menyebut dasar perhitungan dividen akan diambil dari keuntungan inti (core profit). “Untuk 2023, kami masih berkomitmen untuk mendistribusikan dividen sampai 20% dari core profit,” imbuh Haning.
Dikutip dari laporan keuangan kuartal III-2023, laba bersih perseroan telah mencapai Rp 5,97 triliun, dengan Rp 4,1 triliun di antaranya merupakan dampak pemenuhan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 22 tentang Kombinasi Bisnis.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Pamer Rating Utang Terbaru, idAA Outlook Stabil
Kombinasi bisnis yang berkontribusi, antara lain pembelian kembali (buyback) atas seluruh saham milik Reksa Dana Penyertaan Terbatas Mandiri Infrastruktur Ekuitas Transjawa dan divestasi jalan layang MBZ.
Laba bersih Jasa Marga sepanjang Januari-September 2023 pun, sudah melampaui capaian 2022 yang sebesar Rp 2,74 triliun. Namun core profit perseroan hingga kuartal III-2023 disebut mencapai Rp 1,86 triliun atau naik 84,9% dari kuartal II-2022.
Sebagai perbandingan, dari kinerja keuangan 2022, Jasa Marga telah membagikan dividen Rp 549,38 miliar tahun ini yang setara 20% laba tahun lalu. Sekitar 70% dividen tersebut, masuk ke kantong pemerintah sebagai pemegang saham terbesar atau sekitar Rp 384,56 miliar. (CR-10)

