Jhonlin Agro (JARR) Merger, Manajemen Ungkap Dampaknya bagi Kinerja Keuangan
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan milik Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), akan menerbitkan sebanyak sebanyak 1,23 miliar saham untuk merger dengan PT Jhonlin Agro Lestari (JAL). Merget tersebut diprediksi menciptakan lompatan kinerja keuangan perseroan ke depan.
Manajemen JARR dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2023) menyebutkan, berdasarkan hasil penilaian nilai pasar JARR sebanyak Rp 2,04 triliun atau setara dengan Rp 255 per saham. Sedangkan nilai JAL mencapai Rp 313,83 miliar atau merefleksikan 1,23 miliar saham JARR.
Baca Juga
Mantan Komut Jadi Mentan, Saham Milik Crazy Rich Batulicin (JARR) Meroket
Perseroan mengungkap dampak positif merger tersebut, yaitu menciptakan sinergi dan efisiensi yang emngoptimalkan kinerja operasional serta menaikkan skala ekonomi perusahaan.
Penggabungan juga bertujuan untuk meningkatkan skala bisnis perusahaan yang lebih besar dan terintegrasi. Hal ini menjadikan perseroan menjadi perusahaan dengan kapaistas produksi dan aset yang kuat hingga mampu bersaing.
Merger juga bertujuan untuk diversifikasi bisnis dan meningkatkan daya saing perseroan ke depan. Apalagi sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan konsumsi biosolar ke depan.
Terkait dampak terhadap kinerja keuangan, manajemen JARR mengungkapkan, penggabungan usaha tersebut berpotensi menjadikan laba bersih periode berjalan perseroan meleat menjadi Rp 125,33 miliar tahun ini dan menjadi Rp 116,66 miliar tahun 2024, dibandingkan proyeki laba tanpa merger senilai Rp 61,82 miliar tahun 2023 dan Rp 59,61 miliar tahun 2024.
Sebagaimana diketahui JARR merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Komisaris Utama JARR merupakan pemuda berusia 21 tahun bernama Jhoni Saputra.
Baca Juga
Dikendalikan Komut Usia 21 Tahun, Jhonlin Agro (JARR) Ungkap Rencana Merger
Perseroan dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa, penguasa asal Kalimantan Selatan tersebut juga tercatat sebagai pemilik PT Citra Agro Raya, pemilik/pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa, pemilik/pemegang saham PT Surya Mega Adiperkasa.
Mengutip dari informasi keterbukaan informasi yang diungkapkan perseroan, JARR memiliki total izin Hak Guna Usaha (HGU) seluas 17.020,26 hektare (Ha), serta memiliki satu unit Pabrik Biodiesel dan Pabrik Minyak Goreng yang telah beroperasi sejak 2023. Sedangkan total Luas Lahan HGU JAL saat ini tercatat seluas 10,916,46 Ha.
Saat ini JARR telah memproduksi minyak goreng dengan kapasitas 250 ton per hari, dan memiiki pabrik minyak kelapa Sawit (PKS) kapasitas 60 ton per hari yang rencana akan commissioning (uji coba) pada bulan Oktober 2023.
Prospek Kinerja Keuangan JARR

