Laba Jhonlin Agro (JARR) Melesat 44,51%, tapi Sahamnya Terjun di Sesi I Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten yang dikendalikan Haji Isam, melambung sebanyak 44,51% menjadi Rp 224 miliar hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 155,34 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan.
Manajemen JARR dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2025), menyebutkan bahwa kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan menjadi Rp 3,08 triliun hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,63 triliun.
Baca Juga
Usai Cetak Lonjakan Harga Saham 2.800%, PGUN Umumkan Lompatan Laba Yang Tak Kalah Tingginya
Kenaikan tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan laba usaha JARR menjadi Rp 369,51 miliar hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 254,48 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat dari Rp 199,16 miliar menjadi Rp 287,18 miliar. Laba per saham dasar meningkat dari Rp 16,83 menjadi Rp 24,27 per saham.
Sebelumnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikendalikan Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), membukukan lonjakan laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 101,43 miliar hingga kuartal III-2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 448,86% dari raiha periode sama tahun sebelumnya Rp 18,48 miliar.
Baca Juga
IHSG Turun Hampir 4%, Analis: Volatil tapi Sudah Terprediksi
PGUN dalam rilis laporan kinerja keuangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (25/10/2025), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan bersih menjadi Rp 537,83 miliar sampai September 2025, meningkat dari Rp 387,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring peningkatan pendapatan, laba bruto perseroan naik menjadi Rp 187,55 miliar, dibandingkan Rp 90,86 miliar pada September 2024. Laba usaha tercatat melonjak menjadi Rp 148,67 miliar, jauh di atas capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 51,34 miliar. Kenaikan laba ini didorong efisiensi beban umum dan administrasi, serta kontribusi lain-lain.

