Dirut Panorama (PANR) Budijanto Tirtawisata Kembali Tambah Saham, Volumenya Jumbo
JAKARTA, Investortrust.id – Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) Budijanto Tirtawisata kembali memborong saham yang dipimpinnya dari pasar. Dirinya membeli sebanyak 5 juta saham dengan harga pembelian bervariasi.
Corsec Panorama Ahmad Bangun Sadewa mengatakan, Budijanto membeli saham PANR secara bertahap mulai 25 September dengan membeli sebanyak 1,5 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 752.
Baca Juga
Usai Berbalik Jadi Untung, Dirut Panorama (PANR) Langsung Borong Saham
Dirut tersebut kembali membeli sebanyak 1,5 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 777 dan Rp 803 pada 26 dan 27 September 2023. Dirinya kembali membeli sebanyak 500 ribu saham dengan harga Rp 795 pada 29 September 2023.
“Pembelian saham tersebut bertujuan untuk investasi. Dengan demikian kepemilikan sahamnya meningkat dari 5,83% menjadi 6,25% setelah aksi pembelian tersebut,” ujarnya dalam penjelasan resminya di BEI, Senin (2/10/2023).
Sebelumnya, Budijanto telah menambah kepemilikan saham di PNAR dengan membeli sebanyak 5 juta saham. Pembelian tersebut menjadikan total kepemilikannya bertambah dari 5,42% menjadi 5,83%.
Baca Juga
Pembelian saham tersebut dilakukan secara bertahap, yaitu sebanyak 1 juta saham dibeli dengan harga Rp 755 juta pada 18 September. Kemudian dirinya membeli sebanyak 1 juta saham PANR dengan harga pelaksanaan Rp 760 per saham pada 19 September.
Dirut tersebut juga membeli sebanyak masing-masing 1,5 juta saham pada 20 September dan 21 September. Harga pembelian sebanyak 1,5 juta saham mencapai Rp 762 dan 1,5 juta saham lainnya dalam rentang Rp 763 per saham. Total dana yang digelontorkan untuk membeli sebanyak 5 juta saham tersebut mencapai Rp 3,78 miliar.
Berdasarkan data perdagangan BEI hari ini, saham PANR berhasil ditutup terkoreksi Rp 15 (1,88%) menjadi Rp 785. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 780-800.
Baca Juga
PANR membukukan peningkatan laba bersih periode berjalan menjadi Rp 76 miliar pada semester I-2023, dibandingkan dengan rugi bersih periode berjalan tahun lalu senilai Rp 20,64 miliar pada periode sama tahun lalu.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan lompatan pendapatan perseroan sebanyak 222,72% dari Rp 426,31 miliar menjadi Rp 1,37 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap perolehan laba usaha Rp 80,26% miliar, dibandingkan semester I-2023 dengan rugi bersih Rp 18,16 miliar.

