RMK Energy (RMKE) Siapkan Sejumlah Strategi Khusus Kejar Performa Keuangan
JAKARTA, investortrust.id -- PT RMK Energy Tbk (RMKE) menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk mengejar target performa keuangan tahun ini. Sementara itu, RMKE mencatatkan pertumbuhan volume penjualan batu bara sebesar 36,4% (year on year/yoy).
Direktur Utama PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra menegaskan, sejumlah strategi telah disiapkan demi mengejar target keuangan tahun ini. Sejumlah target tersebut meliputi penyelesaian pembangunan hauling road yang akan terintegrasi dengan tambang-tambang potensial di Sumatera Selatan, untuk meningkatkan volume penjualan dan jasa batu bara. Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan produksi in-house hingga manajemen biaya dengan mempercepat proses bongkar muat batu bara dengan waktu yang terbatas saat musim hujan dan penggunaan bahan bakar yang efisien dan efektif.
“Pada kuartal pertama tahun ini kami akan menandatangani beberapa kontrak kerja sama yang nantinya akan meningkatkan volume secara grup baik di hulu (RMKO) dan hilir (RMKE).” kata Vincent dalam keterangannya, Selasa (19/3/2024).
Vincent juga menambahkan tekanan produksi batu bara pada kuartal pertama tahun ini mungkin saja berdampak pada kenaikan harga batu bara yang sempat terkoreksi dalam pada tahun lalu. “Kondisi tersebut menjadi peluang bagi RMKE untuk meningkatkan volume penjualan batu bara di tengah kondisi cuaca ekstrem, ujar Vincent.
Direktur Operasional Perseroan, William Saputra menambahkan, secara musiman, produksi batu bara di kuartal pertama 2024 memang cenderung sedikit. Namun ke depannya produksi berpotensi naik pada periode semester kedua tahun ini. Tantangan terbesar pada kuartal pertama tahun ini adalah curah hujan yang sangat tinggi. Berdasarkan publikasi BMKG curah hujan pada bulan Februari 2024 di Sumatera Selatan masuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu masuk dalam kategori menengah.
“Di tengah tantangan tersebut, kami masih optimistis untuk dapat meningkatkan volume penjualan batu bara melalui kolaborasi dengan beberapa tambang potensial di Sumatera Selatan,” kata William.
Menurut William, RMKE masih dapat menjual sebesar 608,8K MT batu bara hingga periode Februari 2024, atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 446,2K MT batu bara. Produksi tambang in-house dan third parties secara berurutan berkontribusi sebesar 20% dan 80% terhadap total volume penjualan batu bara tersebut. Penjualan batu bara ini masih didominasi oleh pasar ekspor dengan kontribusi sebesar 58% total volume penjualan batu bara. Hingga periode Februari 2024 segmen penjualan batu bara ini telah mencapai 17,4% target perseroan tahun ini.
Dari segmen jasa batu bara, perseroan berhasil memuat 154 tongkang dengan total volume 1,2 juta MT batu bara hingga periode Februari 2024 atau menurun sebesar 19,2% yoy. Pada periode yang sama, perseroan telah membongkar 521 train set dengan total volume bongkar sebesar 1,3 juta MT batu bara atau menurun sebesar 38,7% yoy. Kinerja segmen jasa batu bara cukup terdampak curah hujan yang sangat tinggi dengan penurunan produksi batu bara dari tambang-tambang di Sumatera Selatan.
Walaupun demikian, kata William, RMKE masih dapat mempertahankan on-time performance (OTP) bongkaran kereta hingga Februari 2024 lebih cepat 18 menit. Pencapaian efisiensi waktu bongkaran kereta ini didukung oleh optimalisasi waktu yang ketat di tengah kondisi curah hujan yang sangat tinggi. Penggunaan bahan bakar juga menurun sebesar 18,2% sejalan dengan dampak penurunan volume jasa akibat cuaca ekstrim pada kuartal pertama tahun ini. Secara rata-rata, rasio penggunaan bahan bakar per MT batu bara cenderung stabil dengan 0,87 liter/MT tahun lalu menjadi 0,88 liter/MT tahun ini.
PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November 2021. Perseroan bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batu bara yang meliputi bongkar muat batu bara melalui jalur kereta api di Sumatera Selatan, jasa pelabuhan batu bara, serta penjualan batu bara dari tambang in-house dan pihak ketiga. Perseroan memiliki beberapa fasilitas di Sumatera Selatan seperti Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road sepanjang 8 km, Pelabuhan Musi 2 dan tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim.
Baca Juga
Operasional Kembali Normal, RMK Energy (RMKE) Catat Volume Muatan Tertinggi dalam 5 Tahun

