Konflik Iran-Israel Makin Tegang, Pengamat Sekuritas: Pelaku Pasar Wait and See
JAKARTA, investortrust.id - Konsultan investasi PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada mengatakan ketegangan politik akan berimbas negatif ke pasar keuangan. Kondisi ini akan membuat pelaku pasar cenderung wait and see dan stay awal dari market.
“Adanya perang tentu akan meningkatkan risiko kekhawatiran. Dengan meningkatnya risiko tersebut maka akan meningkatkan imbal hasil atau yield dari surat utang dan peningkatan demand terhadap asset safe haven semisal emas maupun dolar AS,” kata Reza, kepada Investortrust.id, Jumat (19/4/2024).
Meningkatnya tensi geopolitk di Timur Tengah akan mendongkrak harga minyak mentah dan juga harga energi lainnya. Kondisi ini dapat meningkatkan harga sejumlah hard commodities yang akan merembat ke kenaikan soft commodities.
Baca Juga
Pemerintah Enggan Proyeksi Soal Rupiah, Airlangga: Itu Tugas BI
“Kenaikan hard commodities akan merembet ke kenaikan soft commodities semisal gandum, kopi, dan lainnya. At the end, bisa memicu kenaikan inflasi global,” kata dia.
Dengan kenaikan inflasi, kata Reza, sejumlah bank sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga dan memungkinkan kenaikan tingkat suku bunganya. Akibatnya, tingkat suku bunga kredit akan naik.
“Pada akhirnya, rate kredit kepada masyarakat dan korporat akan menjadi mahal. Jika sudah mahal, maka diperkirakan terjadi penurunan permintaan akan kredit dan ini akhirnya diasumsikan akan berimbas pada kinerja perbankan,” ujar dia.
Baca Juga
Analis Ekonomi Apindo: Psikologi Pasar Dibutuhkan untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
Untuk itu, Reza mengatakan ketidakpastian dipastikan akan berlangsung berapa lama. Ini yang harus menjadi perhatian menteri keuangan maupun kementerian lain yang bisa mengawal ekonomi.
“Tidak terlalu banyak mengandalkan dari ekspor komoditas namun juga bisa diimbangi dengan penjualan hasil olahan komoditas yang memiliki nilai tambah. Selain itu, industri manufaktur kita bisa ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat bersaing di luar. Cadangan forex juga perlu diperhatikan untuk menjaga nilai tukar rupiah kita dan ini nanti bisa koordinasi dengan Bank Indonesia,” kata dia.

