Inilah 10 Saham Undervalued Sektor Keuangan, BBTN dan BJBR Masuk
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT BPD Jabar dan Banten Tbk (BJBR) termasuk dua saham sektor keuangan yang harganya murah (unvervalued).
BBTN memiliki price to earning ratio (PER) sebesar 5,99 dan price to book value (PBV) sebesar 0,63. Pada penutupan Jumat lalu (16/2/2024), saham BBTN ditutup di level Rp 1.365.
Sedangkan PER BJBR tercatat sebesar 6,65 dan PBV 0,78. Saham BJBR ditutup pada Rp 1.205 pada Jumat (16/2/2024).
Selain kedua saham tersebut, berikut saham-saham sektor finansial yang masuk kategori unvervalued. Yakni CPIN, TUGU, PNIN, PNLF, ASRM, WOMF, BVIC, dan SDRA. (Lihat tabel).
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun, tumbuh 15% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp 3,04 triliun.
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit dan pembiayaan serta peningkatan fee based income perseroan pada tahun 2023 lalu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh telah berdampak positif pada berbagai lini kinerja keuangan baik dari sisi laba, penyaluran kredit, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah maupun kenaikan aset.
“Kinerja gemilang perseroan tahun 2023 merupakan momentum untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada tahun ini. Kami optimistis dengan berbagai strategi bisnis yang kami lakukan, kinerja keuangan tahun 2024 akan semakin positif,” ujar Nixon pada Paparan Kinerja Keuangan BTN Tahun Buku 2023 di Jakarta, Senin (12/02/2024).

