Gara-gara Dua Hal Ini, Target Saham Telkom (TLKM) Direvisi Naik
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) direvisi naik, seiring berjalannya dengan baik implementasi fixed mobile convergence (FMC) setelah integrasi IndiHome ke Telkomsel dituntaskan.
Perseroan juga akan mendapatkan dukungan positif dari massifnya pengembangan Hyperscale Data Center (HDC). Inisiatif tersebut diharapkan mendongkrak penjualan perseroan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Saham MSKY Bergerak Tidak Wajar, Sekokoh Apa Fundamentalnya?
Implementasi FMC merupakan bagian dari strategi Five Bold Moves Telkom. FMC merupakan konvergensi dari sistem komunikasi fixed dan mobile yang ditunjukkan dari konvergensi sisi terminal, network, maupun service.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, Telkom menyebutkan lima inisiatif strategi grup dalam jangka menengah panjang untuk menopang pertumbuhan ke depan.
Di antaranya, hyperscale data center Telkom, strategi FMC yang diharapkan mendongkrak trafik data, infrastruktur fiber backbone tu fixed internet, dan Mitratel mulai gencar menawarkan layanannya.
Baca Juga
“Kami memperkirakan FMC mulai membawa dampak besar terhadap penjualan perseroan. Sedangkan pengembangan HDC lokal dan regional diharapkan mendongkrak pendapatan wholsale eprseroan mulai tahun 2025,” tulis Niko Margaronis.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham TLKM dari Rp 4.400 menjadi Rp 4.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Kemarin, saham TLKM ditutup di level Rp 3.700 atau terbuka potensi penguatan hingga 24,32%.
Target harga tersebut merefleksikan perkiraan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 25,30 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 20,75 triliun. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan naik menjadi Rp 151,99 triliun tahun ini, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 147,30 triliun.
Baca Juga
Target Harga Saham Amman Mineral (AMMN) Sudah Tercapai, Bagaimana Selanjutnya?
Target harga tersebut juga mempertimbangkan EV/EBITDA saat ini sektiar 4,6 kali atau lebih rendah dari rata-rata dalam lima tahuk terakhir 5,9 kali. Angka tersebut juga masih berada di bawah rata-rata 4,4-5,2 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan PER tahun ini sekitar 14,5 kali atau berada di bawah tahun lalu 17,7 kali.

