Saham BBNI, CPIN dan BBTN Pilihan Teratas dalam 3 Hari Bursa Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai sedang diliput sentimen positif skala global maupun domestik. Untuk itu, pergerakan IHSG diyakini bergerak sideways cenderung menguat pada perdagangan pekan ini.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indir Liftiany, mengimbau pelaku pasar perlu mencermati beberapa data ekonomi yang akan keluar, serta proyeksi kebijakan apa yang akan diambil oleh otoritas keuangan pekan ini.
“Perdagangan saham dalam minggu ini berlangsung sempit, hanya 3 hari bursa saja," papar Indri dalam keterangan tertulis Selasa, (12/3).
Seiring prediksi IHSG tersebut, Indir Liftiany merekomendasi 3 saham sebagai pilihan trading pada minggu ini, yaitu: Buy saham PT Bank Negara Indonesia Tbk - BBNI (Support: 6.000, Resistance: 6.350).
Baca Juga
IHSG Rawan Profit Taking, Intip Rekomendasi Saham untuk Rabu Besok
Kemudian rekomendasi buy untuk saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk - CPIN (Support: 5.000, Resistance: 5.500), dan buy pada saham PT Bank Tabungan Negara Tbk - BBTN (Support: 1.335, Resistance: 1.490).
Dikatakan, terdapat sejumlah data yang wajib diperhatikan pelaku pasar, yaitu tingkat inflasi Amerika Serikat yang sebelumnya 3% dengan konsensus 3,1%, PPI (indeks harga produsen) yang sebelumnya 0,3% dengan konsensus 0,3%, penjualan ritel Amerika Serikat yang sebelumnya -0,8% dengan konsensus 0,7%, dan data neraca dagang Indonesia yang sebelumnya US$ 2,01 miliar dengan konsensus $ 2,48 miliar.
"Berdasarkan data ekonomi yang ada menunjukkan bahwa saat ini kondisi ekonomi masih kuat, namun masih jauh dengan yang diharapkan, sehingga saat ini para investor cenderung melakukan aksi profit taking setelah pasar saham mengalami rally pada pekan kemarin," pungkasnya.
Baca Juga
CEO JP Morgan Desak The Fed Turunkan Suku Bunga pada Juni, Ini Alasannya
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (8/3) akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat sebesar 0,96% ke level 7.381.
Penguatan IHSG pekan lalu didorong sentimen global, diantaranya Indeks PMI (Purchasing Managers Index) yang naik ke level 52,5 atau 1,1% dibanding konsensusnya.
Selain itu, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, Jerome Powell juga telah memberi pernyataan bahwa ekonomi Amerika Serikat sudah berada dalam laju yang diharapkan, dan dapat membuka peluang terjadinya penurunan tingkat suku bunga tahun ini.
"Sementara itu, Indeks Nasdaq mencatatkan all time high barunya pada pekan ini dan data Non-Farm Payrolls naik menjadi 275K pada Februari 2024 atau lebih tinggi dari revisi Januari 2024 yang berada pada level 229K dan konsensusnya di level 200K," jelasnya.
Sentimen domestik sendiri, IHSG telah mencatatkan all time high baru pada pekan lalu, salah satunya dengan tertopang oleh saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak setelah laporan keuangannya diisukan tumbuh positif.
Emiten ini juga mendapat sentimen positif atas rencana buyback dan potensi merger dengan Grab.
"Emiten ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk) juga meningkat setelah melaporkan mendapat temuan gas baru dengan asumsi harga jual mencapai sebesar US$ 6/mmbtu, atau meningkatkan keuntungan senilai US$ 100 juta/tahunnya," tuturnya.
Emiten PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) juga menarik karena induk perusahaan emiten berencana melakukan go private pada Bursa Singapura. Selain itu pergerakan saham emiten PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) juga layak dicermati seiring kabar rencana akuisisi oleh JNE milik Boy Thohir.
Dari sektor komoditi, harga batu bara meningkat seiring peningkatan permintaan dari China dan sulitnya produksi di Indonesia disebabkan oleh cuaca ekstrim.
Kemudian saham komoditas nikel sentimennya dipengaruhi oleh adanya potensi terjadinya defisit supply nikel tahun ini, karena lambatnya persetujuan tambang di Indonesia akan membuat smelter mengalami kekurangan supply ore.
Harga minyak juga kembali stabil akibat terjaganya pasokan minyak berkelanjutan setelah anggota OPEC menyepakati perlanjutan pemangkasan produksi minyak dan harga emas menyentuh all time high baru dalam pekan lalu. (CR-4).

