Harga Komoditas Menguat, Analis Rekomendasi Saham ADRO dan ANTM
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,4% kemarin disertai meningkatnya volume penjualan, di tengah memanasnya perang Israel dan Palestina yang mendorong harga komoditas seperti emas dan minyak naik. Apabila IHSG break area support di 6.839, hal tersebut akan membawa indeks ke koreksi berikutnya. Untuk perdagangan hari ini, analis teknikal merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Adaro Energy Indonesia (ADRO), Aneka Tambang (ANTM), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Semen Indonesia (SMGR).
“IHSG terkoreksi 0,4% ke 6.896 disertai dengan meningkatnya volume penjualan, pergerakannya pun sudah berada di bawah MA60. Cermati area support berikutnya yang berada di 6.839. Apabila IHSG break area tersebut, maka indeks terkonfirmasi sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (ii). Hal tersebut akan membawa IHSG ke rentang area 6.747-6.820 sebagai target koreksi berikutnya,” kata kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga
Ketegangan Geopolitik Meningkat, Harga Minyak Melonjak Hampir 6%
Pria yang akrab disapa Didit itu menjelaskan lebih lanjut, level support IHSG adalah 6.839, 6.823. Sedangkan resistance berada di 6.992, 7.046.
Harga Emas Menguat lagi
Sementara itu, Stockbit Sekuritas meriset, harga emas naik 3,2% pada akhir pekan lalu ke level US$ 1.928,15/ons seiring memanasnya konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan dana beralih ke aset-aset yang cenderung lebih aman (safe haven) seperti emas. Harga emas ini juga terdorong spekulasi pasar bahwa Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan pada November 2023.
"Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak pekan lalu telah mendorong kembali kenaikan harga emas. Sebelumnya, sempat mengalami tren koreksi dari level tertingginya tahun ini di US$ 2.080/ons pada awal Mei 2023, hingga mencapai level terendahnya tahun ini di US$ 1.810/ons pada awal Oktober 2023," papar riset tersebut.
Baca Juga
Wall Street Menguat di Musim Rilis Laporan Keuangan, Dow Melambung di Atas 300 Poin
Saham-Saham Pilihan
Didit menjelaskan lebih rincian saham-saham yang direkomendasi MNC Sekuritas sebagai berikut, untuk perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia.
ADRO - Buy on Weakness
ADRO menguat 2,6% ke Rp 2.780 kemarin disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, namun penguatan ADRO masih tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi ADRO diperkirakan berada di awal wave (iii) dari wave [c].
Buy on weakness: Rp 2.730-2.770
Target price: Rp 2.850, Rp 3.030
Stop loss: di bawah Rp 2.690
ANTM - Buy on Weakness
ANTM menguat 2,8% ke Rp 1.805 kemarin disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatan ANTM masih tertahan oleh MA20. Selama ANTM masih mampu bergerak di atas Rp 1.750 sebagai stop loss-nya, maka posisi ANTM saat ini diperkirakan berada di awal wave (iii) dari wave [c].
Buy on weakness: Rp 1.770-1.795
Target price: Rp 1.890, Rp 1.985
Stop loss: di bawah Rp 1.750
CPIN - Spec Buy
CPIN terkoreksi ke Rp 5.250 kemarin disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama CPIN masih mampu bergerak di atas Rp 5.025 sebagai stop loss-nya, maka posisi CPIN sedang berada di awal wave (iii) dari wave [c].
Spec buy: Rp 5.125-5.175
Target price: Rp 5.475, Rp 5.725
Stop loss: di bawah Rp 5.025
SMGR - Buy on Weakness
SMGR terkoreksi 1,9% ke Rp 6.450 kemarin disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama SMGR masih mampu berada di atas Rp 6.225 sebagai stop loss-nya, maka posisi SMGR saat ini berada di akhir wave [ii] dari wave 3.
Buy on weakness: Rp 6.325-6.425
Target price: Rp 6.850, Rp 7.225
Stop loss: di bawah Rp 6.225
(Disclaimer On)

