LRT Fase 1 Tuntas, ADHI Kebut Megaproyek Rp 10,5 Triliun hingga Filipina
JAKARTA, investortrust.id – Usai menyelesaikan pembangunan LRT Jabodebek Fase 1 yang telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin ini (28/08/2023), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus mengejar penyelesaikan megaproyek di dalam dan luar negeri senilai total Rp 10,5 triliun.
“ADHI telah tuntas menyelesaikan pembangunan LRT Jabodebek Fase 1 pada hari ini (28/08/2023), setelah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dengan komitmen perusahaan dan upaya kontinu pengembangan kompetensi tersebut, kami menyakini perusahaan dapat terus menghasilkan karya-karya besar dan terbaik. Saat ini, ADHI tengah mengerjakan dua megaproyek transportasi kereta api lainnya, yaitu MRT Jakarta CP 201 senilai Rp 4,0 triliun dan CP 202 senilai Rp 2,8 trilliun, serta dalam skala regional dipercaya membangun sarana kereta Kota Manila, Filipina, dengan total nilai kontrak untuk porsi ADHI Rp 3,7 triliun,” kata Direktur Utama ADHI Entus Asnawi M dalam laporan kepada BEI, Senin (28/08/2023).
Baca Juga
LRT Diresmikan Presiden Jokowi, Erick Thohir: BUMN Terus Tingkatkan Layanan Transportasi Publik
Peresmian yang dilangsungkan di Stasiun interchange Cawang juga dihadiri oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, serta beberapa pejabat tinggi lainnya.
Sepenuhnya Karya Anak Bangsa
Menteri Perhubungan, Budi Karya menegaskan, LRT Jabodebek dibuat sepenuhnya oleh para talenta negeri ini. Hal itu sangat membanggakan, Indonesia telah mampu membangun transportasi modern secara mandiri. “LRT Jabodebek akan menjadi inspirasi besar bagi angkutan publik perkotaan modern dan maju,” tandasnya.
Entus mengatakan lebih lanjut, ADHI dalam proyek LRT Jabodebek berperan dalam pembangunan jaringan kereta ringan sepanjang 44 km yang terdiri dari 3 koridor. Ini meliputi Harjamukti (Cibubur) - Cawang, Jatimulya (Bekasi Timur) - Cawang, dan Cawang - Dukuh Atas dengan total 18 stasiun.
Teknologi yang dipergunakan dalam struktur lintasan rel LRT Jabodebek dirancang dengan menggunakan U-shaped girder yang memiliki kelebihan mampu meredam kebisingan suara, menahan getaran gempa, hingga memiliki bentuk ramping untuk menjaga estetika lingkungan perkotaan. LRT Jabodebek juga beroperasi tanpa masinis dengan menggunakan teknologi Grade of Automation (GoA) 3, yang dikendalikan melalui OCC atau Operation Control Center. Lingkup pekerjaan ADHI meliputi pekerjaan struktur, railways system, persinyalan, serta stasiun dan depo.
Baca Juga
Resmi Beroperasi, Jokowi Berharap Masyarakat Berbondong-bondong Gunakan LRT
“Proyek ini merupakan karya terbaik yang telah dicurahkan oleh ADHI bersama beberapa BUMN serta Kementerian Perhubungan, PUPR, dan Kementerian BUMN untuk kelahiran sebuah infrastruktur kereta perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan tuntasnya LRT Jabodebek Fase 1 ini, ADHI berkomitmen sebaik-baiknya dalam menyelesaikan penugasan pemerintah yaitu Percepatan Pembangunan LRT Jabodebek berdasarkan Peraturan Presiden No 98 Tahun 2015 dan perubahannya. ADHI sebagai BUMN akan terus melakukan peningkatan kompetensi untuk menjawab tantangan yang diamanahkan oleh Kementerian BUMN sebagai perusahaan yang memiliki champion on railways,” imbuhnya.
