Membedah Peran Adhi Karya (ADHI) di Balik Sukses LRT Jabodebek
JAKARTA, investortrust.id – Nama emiten konstruksi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tengah menjadi perhatian Ketika LRT Jabodebek yang lama dinantikan akhirnya bisa diresmikan. Itu terjadi setelah jalur LRT sepanjang 44 kilometer (km) akhirnya dituntaskan. Nama Adi Karya pantas disanjung setelah Presiden Joko Widodo meresmikan LRT Jabodebek.
Direktur Utama ADHI Entus Asnawi mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya berperan membangun jaringan LRT Jabodebek. Sebanyak 3 koridor dibangun Adhi Karya yaitu Harjamukti (Cibubur) - Cawang, Jatimulya (Bekasi Timur) - Cawang, serta Cawang - Dukuh Atas. Total stasiun yang dibanun sebanyak 18 unit. Demikian keterangan Entus Asnawi kepada media, di Jakarta, Selasa (29/8).
Baca Juga
Menurut Enthus Asnawi, struktur lintasan rel LRT Jabodebek dirancang menggunakan teknologi U-shaped girder. Teknologi punya keunggulan karena mampu meredam kebisingan suara dan menahan getaran gempa. Dengan keunggulan pada desain yang ramping untuk menjaga estetika lingkup perkotaan.
LRT Jabodebek juga beroperasi tanpamasinis dengan menggunakan teknologi Grade of Automation (GoA) 3 yang dikendalikan melalui OCC atau Operation Control Center."Lingkup pekerjaan ADHI meliputi pekerjaan struktur, railways system, persinyalan, serta stasiun dan depo," ujar Entus Asnawi.
Entus menambahkan, proyek tersebut merupakan karya terbaik yang telah dicurahkan ADHI bersama beberapa BUMN. Sejumlah Kementerian ikut terlibat dalam proyek ini di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN.
Baca Juga
Saham GOTO Diborong Direksi, Manajemen Percaya Prospek Perseroan ke Depan
Seiring rampungnya LRT Jabodebek Fase 1, Entus Asnawi mengatakan, Adhi Karya berkomitmen menyelesaikan penugasan pemerintah. Misinya percepatan Pembangunan LRT Jabodebek sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 dan perubahannya.
Saat ini ADHI sedang mengerjakan dua megaproyek transportasi kereta api lainnya, yaitu MRT Jakarta CP 201 senilai Rp4,0 triliun dan CP 202 senilai Rp2,8 triliun. Dalam skala regional telah dipercaya membangun sarana kereta di Kota Manila, Filipina dengan total nilai kontrak untuk porsi ADHI sebesar Rp3,7 triliun.

