Melesat Saat Pandemi, Ternyata ada Saham Sektor Kesehatan Masih Murah
JAKARTA, investortrust.id – Saham-saham sektor kesehatan sempat begitu digandrungi investor pada masa pandemi Covid-19, sehingga terkerek ke posisi tertinggi. Meski demikian, sering peningkatan kinerja fundamental, ada empat saham sektor kesehatan yang masih dalam posisi undervalued.
Berdasarkan perhitungan divisi riset investortrust.id, saat ini ada empat saham dalam posisi undervalued, yaitu saham PT Pyridam Pharma Tbk (PYFA), PT Siloam International Hospital Tbk (SILO), PT Tempo Scan Pacific (TSPC), dan PT Merck Tbk (MERK).
Sebagaimana diberitakan investortrust.id sebelumnya, analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham Siloam Hospital (SILO) belakangan tampak bullish. Posisi PER (price earning ratio) saham SILO saat ini 4,24 kali dengan posisi proce to book value (PBV) 4,06 kali.
Dengan posisi seperti ini, saham SILO dijagokan untuk diakumulasi. “SILO spec buy dengan support Rp 2.450 dan cut loss jika break di bawah Rp 2.400. Jika tidak break di bawah Rp 2.450, potensi naik ke Rp 2.550-2.600 short term,” tulis Retail Research Team Leader CGS-CIMB Sekuritas, Mino pada awal bulan lalu.
Saham ini dijagokan mengacu pada tren pertumbuhan kinerja fundamentalnya. Siloam Hospitals diprediksi mampu menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan hingga tahun depan. Peluang ini ditopang eksposur perseroan yang relative besar untuk pasien dengan fasilitas BPJS.
Baca Juga
Kinerja Lampaui Target, Target Harga Saham Siloam (SILO) Direivisi Naik
Sedangkan analis Samuel Sekuritas Indonesia Brandon Boedhiman dan Jonathan Guyadi memperkirakan, tahun 2024 SILO perpeluang mencetak pertumbuhan pendapatan belasan persen.
Keyakinan itu mengacu pada posisi margin EBITDA berkisar 30%, maupun efisiensi biaya. “Kami memperkirakan SILO akan mempertahankan margin EBITDA di level 30an persen, didukung oleh departemen CONGO,” tulis kedua analis dalam laporan riset.
Sementara itu, sampai dengan kuartal III-2023, SILO mencetak mencatat peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 96,75% menjadi Rp 883,83 miliar, disbanding posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 449,21 miliar. Peningkatan laba sejalan dengan kenaikan pendapatan dari Rp 6,93 triliun menjadi Rp 8,24 triliun per September 2023.
Saham Pyridam Pharma (PYFA) tak kalah menarik, dengan posisi PER dan BPV masing-masing “hanya” 1,94 dan 1,09. Ini menjadi yang terendah dari empat undervalued dari sektor Kesehatan.
Tidak heran bila sejak pertengan bulan September 2023 saham ini mulai menggeliat naik. Lonjakan harga juga beriringan dengan informasi manajemen PYFA soal rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini akan mencapai 16 miliar saham.
Baca Juga
10 Saham Ini Terbang Sepekan, Ada PYFA hingga Saham Emiten Prajogo Pangestu (CUAN)
Rights issue merupakan bagian dari upaya peseseroan menambah modal. “Peningkatan modal juga diharapkan meningkatkan daya saing usaha dan hasil investasi bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” demikian catatan manajemen ke BEI, Selasa (28/11/2023),
Melalui laporan yang sama, manajemen PYFA juga menginformasikan akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya setara degan 35% dari total saham. Rencana aksi korporasi ini akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 Januari 2024.
Sementara itu, saham Tempo Scan (TSPC) menyita perhatian investor seiring masifnya aksi pemegang saham pengendali memborong saham ini di pasar. Aksi ini selaras dengan loporan kinerja perseroan yang tumbuh positif.
Berdasarkan laporan publikasi TSPC, laba bersih per September 2023 melesat menjadi Rp 952,18 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 540,59 miliar. Seiring kenaikan laba, laba per saham dasar perseroan naik dari Rp 120 menjadi Rp 211 per saham.
Pertumbuhan laba tersebut juga sejalan dengan kenaikan penjualan dari Rp 9,08 triliun menjadi Rp 9,76 triliun. Laba usaha melesat dari Rp 705,67 miliar menjadi Rp 813,58 miliar.
Baca Juga
Aksi Borong Saham Berlanjut, Bogamulia Tambah Segini Saham Tempo Scan (TSPC)
Saat ini posis PER saham TSPC tercatat 5,66 kali, sedangkan PBV bahkan hanya 0,9 kali. Dengan posisi saham yang undervalued, PT Bogamulia Nagadi sebagai pemegang saham pengendali TSPC terus memborong saham ini.
Antara tanggal 6-16 November, Bogamulia telah membeli sebanyak 998.400 saham TSPC. “Kepemilikan saham Bogamulia bertambah dari 3,880 miliar saham menjadi 3,881 miliar saham atau naik dari 86,0476% menjadi 86,0698% saham TSPC,” demikian laporan publikasi perseroan ke BEI, Senin (27/11/2023).

