Terawan Ungkap Respons Cepat Doni Monardo saat Awal Pandemi Covid-19
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto mengungkap respons cepat Letjen TNI (Purn) Doni Monardo saat kejadian awal pandemi Covid-19. Saat itu, kala pemerintah menghadapi kendala anggaran dalam menanggulangi Covid-19.
"Mas Donny seorang prajurit yang patriot. Jiwa prajuritnya mengalir deras untuk ibu pertiwi. Semangatnya untuk kemanusiaan selalu membara seperti baret kebanggaannya," kata Terawan melalui juru bicara Oktafiandi dikutip dari Antara.
Baca Juga
Diaspora Asal Lembata Berduka atas Meninggalnya Doni Monardo
Terawan mengisahkan pengalamannya bekerja sama dengan Donny Monardo saat Covid-19 melanda Indonesia awal 2020. Dituturkan, Kemenkes saat itu tidak bisa berbuat banyak karena kendala pagu anggaran yang terbatas dalam menyiapkan keperluan untuk pencegahan, seperti masker, alat pelindung diri (APD), disinfektan, dan lainnya. Doni yang ketika itu ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19, menyiapkan secara cepat segala instrumen intervensi yang dibutuhkan dengan mengedepankan kepentingan rakyat.
"Mas Doni melalui BNPB menyiapkan regulasi itu dengan dibentuknya gugus tugas, sehingga pagu anggaran bisa disiapkan oleh BNPB melalui dana siap pakai (DSP) karena situasi bencana kesehatan. Mas Doni juga menyiapkan tempat isolasi di luar dari rumah sakit, seperti Wisma Atlet, dan lain sebagainya," katanya.
Terawan menuturkan, Doni Monardo sebagai seorang pimpinan kerap kali menginspeksi langsung ke lapangan untuk memastikan semua arahan berjalan dengan semestinya. Saat awal pandemi, Terawan bersama Doni Monardo berkeliling Indonesia untuk memastikan pola pencegahan Covid-19 dan pola penyembuhan di rumah sakit berjalan baik.
Baca Juga
Untuk itu, Terawan mengungkapkan dukacita mendalam atas wafatnya Doni Monardo di RS Siloam Semanggi Jakarta, Minggu (3/12/2023).
"Mas Doni orang baik, saya turut berduka. Semoga semua amal ibadah beliau diterima dan diampuni segala dosanya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya.

