Profil Doni Monardo, Gemilang di Militer hingga Pimpin Satgas Covid-19
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI (Purn) Doni Monardo meninggal dunia pada usia 60 tahun, Minggu (3/12/2023). Almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta. Sejumlah pejabat, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menjenguk Doni di rumah sakit pada Selasa (7/11/2023).
Dikutip dari berbagai sumber, Doni yang sedang menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) diketahui lahir di Cimahi pada 10 Mei 1963. Nama Doni dikenal seluruh Indonesia kala menjabat sebagai kepala BNPB periode 9 Januari 2019 hingga 25 Mei 2021. Hal ini mengingat Doni saat itu juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang selanjutnya menjadi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Doni setiap hari berjibaku memimpin Satgas Covid-19 bersama seluruh elemen bangsa untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Bahkan, Doni tidak pernah pulang ke rumah dan memilih menginap di Markas Satgas COVID-19, Graha BNPB, Jakarta.
Baca Juga
Dalam setiap kesempatan dalam upaya penanggulangan bencana, Doni kerap menyatakan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Saat menjalankan tugasnya, Doni sempat terinfeksi Covid-19. Doni mengumumkan kepada publik kondisi kesehatanny dan memberi contoh untuk menjalankan prosedur kesehatan Covid-19, seperti menjalani tes PCR, mengisolasi diri, dan berobat serta menjalani perawatan. Doni baru dinyatakan negatif Covid-19 setelah tiga pekan sejak diketahui terinfeksi. Setelah dinyatakan negatif, Doni langsung kembali bekerja menanggulangi bencana dan Covid-19.
Jerih payahnya dalam menanggulangi Covid-19 diganjar penghargaan dari Presiden Jokowi pada Maret 2023. Penghargaan ini diberikan berkat strategi pentahelix yang menitikberatkan semangat kegotongroyongan seluruh sumber daya, meliputi kerja sama pemerintah daerah, masyarakat setempat, pakar, dan akademisi, media, serta sektor swasta.
Sebelum menjabat sebagai kepala BNPB, Doni telah menorehkan sederet prestasi gemilang selama berkarier di militer. Setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1985, Doni langsung bertugas di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus pada 1986 sampai dengan 1998.
Selama di Kopassus, Doni pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya. Doni kemudian ditugaskan di Batalyon Raider di Bali pada 1999 hingga 2001. Selanjutnya, Doni bertugas di Paspampres sampai dengan 2004. Doni juga sempat mengikuti pelatihan counter terrorism di Korea Selatan.
Sempat ditugaskan di Aceh dan kembali ke Paspampres, Doni kemudian bertugas di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Aceh. Di Kota Anging Mamiri itu, Doni dikenal masyarakat setempat karena gerakan penghijauan di sejumlah daerah tandus, termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.
Baca Juga
Selepas bertugas di Makassar, Doni m menjadi komandan Grup A Paspampres. Doni menjabat sebagai Danrem 061 Surya Kencana Bogor dan kemudian diangkat menjadi wakil komandan jenderal (wadanjen) Kopassus. Salah satu prestasi gemilang Doni saat itu adalah menjadi wakil komando satuan tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia pada Maret 2011. Atas keberhasilan itu, Doni naik pangkat menjadi brigadir jenderal.
Setelah mengikuti pendidikan di Lemhannas, Doni dipromosikan menjadi komandan Paspampres pada 2012. Doni menjadi pengawal Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono hingga 2014. Selanjutnya, Doni menjabat danjen Kopassus (2014-2015), panglima Kodam Pattimura (2015-2017), panglima Kodam Siliwangi (2017-2018), dan sekjen Wantannas (2018-2019). Doni kemudian dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2019. Doni saat itu menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rapangile.

