IHSG Bakal Bergerak Sideways, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/11/2023) hari ini diproyeksikan bergerak sideways. BNI Sekuritas menyarankan investor mencermati enam saham emiten dalam perdagangan hari ini.
“Hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak sideways di range 6.940-7.020. Level support IHSG berada di kisaran 6.880-6.940 dengan level resistance di 7.000-7.050,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman di Jakarta, Senin (20/11/2023).
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk perdagangan Senin (20/11/2023):
1. MEDC: Speculative Buy
Support di level Rp 1.100, cut loss jika menembus harga di bawah Rp 1.080. Jika tidak, harga saham berpotensi naik ke level Rp 1.170-1.240 dalam jangka pendek.
2. IPTV: Speculative Buy
Support di level Rp 52, cut loss jika harga menembus level di bawah Rp 51. Jika tidak, harga saham berpotensi naik ke level Rp 56-61 dalam jangka pendek.
3. EXCL: Speculative Buy
Support di level Rp 2.060, cut loss jika jika harga menembus level di bawah Rp 2.030. Jika tidak, harga saham berpotensi naik ke level Rp 2.130-2.220 dalam jangka pendek.
4. BRPT: Speculative Buy
Support di level Rp 1.150, cut loss jika jika harga menembus level di bawah Rp 1.130. Jika tidak, harga saham berpotensi naik ke level Rp 1.190-1.220 dalam jangka pendek.
5. PGEO: Buy on Weakness
Support di level 1.200, cut loss jika jika harga menembus level di bawah Rp 1.170. Jika tidak, harga saham berpotensi naik ke level Rp 1.270-1.320 dalam jangka pendek.
6. AMRT: Speculative Buy
Support di Rp 2.870, cut loss jika jika harga menembus level di bawah Rp 850. Jika tidak, harga saham berpotensi naik ke level Rp 2.930-2.960 dalam jangka pendek.
Baca Juga
Pada Jumat (17/11/2023), IHSG ditutup naik 0,28% disertai net sell investor asing senilai Rp 183 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, GOTO, ASII, UNTR, dan MNCN.
Di Wall Street akhir pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average juga ditutup menguat tipis 0,01%, begitu pula S&P 500 yang naik 0,13%.
Sementara itu, indeks Nasdaq menguat 0,38%. Nasdaq naik 2,4% pekan lalu, sehingga total penguatan selama tiga pekan mencapai 12%. Intel mencatatkan kenaikan tertinggi di antara saham teknologi berkapitalisasi besar pekan lalu, yakni sebesar 13%.
Baca Juga
Samuel Sekuritas: Sentimen Bullish Masih Kuat, IHSG Menuju 7.000
“Bursa Eropa mengalami kenaikan, di antaranya FTSE 100 dan DAX Performance Index yang masing-masing menguat 1,26% dan 0,84%. Zona Euro mencatat inflasi Oktober 2023 sebesar 2,9% (yoy), sesuai perkiraan,” papar Fanny Suherman.
Adapun bursa Asia Pasifik akhir pecan lalu bergerak variatif. Indeks yang membukukan penurunan signifikan di antaranya Hang Seng yang dipicu pelemahan saham Alibaba. Hal yang sama dialami Kospi Composite Index. Sebaliknya, Nikkei dan BEI menguat.
Data lainnya yang dicermati pasar saham Asia adalah ekonomi Singapura. Negeri Pulau itu mencatatkan surplus neraca perdagangan senilai US$ 6,5 miliar pada Oktober 2023. Di sisi lain, hari ini China akan mengumumkan loan prime rate 1 tahun dan 5 tahun yang keduanya diperkirakan tetap.(CR-10)

