Usai Rilis Keuangan 2023, Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham BSI (BRIS)
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI direvisi naik menjadi Rp 2.700 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi naik tersebut mempertimbangkan pertumbuhan laba yang kuat ke depan.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, revisi naik target harga saham BRIS tersebut mempertimbangkan lompatan laba bersih perseroan dari kuartal ke kuartal bersamaan dengan penurunan biaya provisi. Hal ini menjadikan laba bersih perseoran melesat 34% menjadi Rp 5,7 triliun sepanjang 2023.
Baca Juga
Aset, Pembiayaan, dan DPK Tumbuh Double Digit, BSI (BRIS) Raup Laba Rp 5,7 Triliun
“Pertumbuhan laba bersih yang kuat tersebut didukung atas pertumbuhan kredit yang kuat mencapai 16%, biaya kredit lebih rendah dari eskpektasi, dan NIM tetap sehat mencapai 5,8%,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Revisi target harga tersebut juga menggambarkan keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan kredit di seluruh segmen dan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas aset. “Kami memperkirakan focus perseroan membidik pembiayaan consumer akan membuat tingkat NIM terus membaik bersamaan dengan kualitas aset yang tinggi,” terangnya.
Terkait prospek kinerja keuangan BRIS, Edward mengatakan, manajemen perseroan mennunjukkan sikap optimistis kuat tahun 2024 dengan perkiraan pertumbuhan kredit mencapai 15% dan biaya kredit diperkirakan tetap rendah 110 bps. Kualitas aset juga diharapkan terus membaik dengan peluang penurunan NPL terbuka lebar.
Dengan ekspektasi perbaikan terus berlanjut, dia mengatakan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih perseroan mencapai 16% dalam lima tahun mendatang. Diproyeksikan laba bersih perseroan bakal mencapai Rp 6,7 triliun tahun 2024 dan diharapkan mencapai Rp 7,7 triliun pada 2025.
Sebelumnya, BSI berhasil mencetak laba bersih senilai Rp 5,7 triliun pada 2023. Raihan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 33,8% dari realisasi periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
“Laba bersih BSI di 2023 menyentuh angka Rp 5,7 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar hampir 34%. Pertumbuhan yang bagus dan tinggi ini, dan semuanya double digit perlu kita syukuri,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi.
Tidak hanya itu, Hery menyebut, aset BSI tumbuh signifikan sebesar 15,67% secara YoY menjadi Rp 354 triliun. Sedangkan pembiayan tumbuh 15,70%, jadi sebesar Rp 240 triliun, dan dana pihak ketiga tumbuh 12,35% menjadi Rp 294 triliun.
“Jadi pertumbuhan baik aset, pembiayaan, maupun dana pihak ketiga itu tumbuhnya double digit. Terlihat dari angka-angka pertumbuhan positif, baik secara year on year dari indikator keuangan,” terang dia.
Estimasi Kinerja Keuangan BRIS
Sumber: Sucor Sekuritas

