Bidik Penambahan Tempat Tidur, Saham Hermina (HEAL) Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dengan target harga Rp 1.880. Dengan target harga tersebut terbuka potensi cuan 39,25% dari saham rumah sakit ini.
Analis Mandiri Skeuritas Jennifer Audrey Harjono dan Inggrid Gondoprastowo mengatakan, penurunan harga saham HEAL dalam beberapa pekan terakhir dipicu atas reorganisasi manajemen, khususnya setelah direktur keuangan perseroan mundur.
Baca Juga
Proyeksi Marketing Sales Bertumbuh, Begini Prospek Saham 5 Emiten Pengembang Ini
Namun demikian, terang Mandiri Sekuritas, prospek kuat perseroan tetap terjaga. Hal ini didukung atas berlanjutnya ekspansi penambahan kapasitas rumah sakit dan peningkatan jumlah klinik hingga digitalisasi. Perseroan juga bersiap menyambut sentiment positif dari penerapan layanan kesehatan Omnibus Law dan penerapan kebijakan BPJS Kesehatan baru.
Terkait tahun 2024, Mandiri Sekuritas menyebutkan, manajemen HEAL telah mengumumkan sejumlah strategi untuk menopang pertumbuhan kinerja lebih lanjut. Pertumbuhan akan didukung target penambahan empat rumah sakit.
Keempat rumah sakit tersebut berada di Pasuruanc dan Madiun dengan rumah satkit tipe C. Perseroan juga akan mengoperasikan rumah sakit standard internasional di IKN Nusantara dan PIK 2. Masing-masing rumah sakit memiliki jumlah tempat tidur bervariasi sesuai dengan tipe rumah sakit mulai dari 100 dan 200 tempat tidur.
Baca Juga
Bangun 4 Rumah Sakit 2024, Hermina (HEAL) Alokasikan Cepex Rp 1,2 Triliun
Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan tambah 400 tempat tidur dari pembukaan empat rumah sakit tahun ini. Perseroan juga berencana menambah sebanyak 500 tempat tidur dari 10 rumah sakit yang sudah beroperasi. Dengan demikian total tempat tidur yang dioperasikan perseroan tahun ini bertambah menjadi 7.500 unit, dibandingkan akhir tahun lalu sebanyak 6.618 unit.
Terkait kinerja keuangan, riset tersebut mengungkap, HEAL membidik pertumbuhan pendapatan berkisar 10-15% tahun 2024. Margin EBITD diharapkan meningkat sekitar 100-200 bsps. Sedangkan belanja modal yang disiapkan berkisar Rp 1,2-1,4 triliun. Perseroan juga telah menaikkan rata-rata biaya perawatan sebesar 8% sejak Januari 2024 untuk pasien di luar BPJS.
Perseroan juga mulai meningkatkan kecanggihan system informasi rumah sakit tahun ini dengan menerapkan sekuriti dan digitalisasi. Hal ini diharapkan meningkatkan kinerja operasional dan menciptakan efisiensi, khususnya biaya tenaga kerja.

