Bank BJB (BJBR) dan Kliring Berjangka Bersinergi Perkuat Sistem Resi Gudang
BANDUNG, investortrust.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB (BJBR) menjalin sinergi dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), terkait pemanfaatan dan pengembangan sistem resi gudang, serta kerja sama jasa layanan lainnya.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan dengan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Komersial & UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari dengan Direktur Pengembangan Bisnis PT Kliring Berjangka Indonesia Saidu Solihin.
Nancy menyampaikan, terdapat berbagai potensi kerja sama lebih lanjut yang dapat dilakukan. Diantaranya meningkatkan layanan perbankan bank bjb untuk institusi seperti Deposito, Kredit Korporasi, IBC, Pemberian Kredit UMKM bagi Mitra KBI (para petani komoditas, distributor komoditas, dan lainnya).
Baca Juga
Pemerintah Kebut Program Food Estate di Papua Selatan, Diharapkan Jadi Kemandirian Pangan
“Juga, potensi peningkatan layanan perbankan untuk karyawan KBI seperti Kredit Ritel, KPR, hingga Tabungan,” kata dia dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin (19/02/2024).
Lebih lanjut Nancy menyampaikan, pihaknya senantiasa mendukung pembiayaan dalam sistem resi gudang (SRG) yang dikembangkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan.
"Dukungan pembiayaan itu merupakan komitmen dalam pengembangan ekonomi masyarakat khususnya di sektor 20 komoditas yang masuk dalam SRG," katanya.
Baca Juga
Saham Beku 4 Tahun, Emiten Heru Hidayat (SMRU) Terancam Delisting
Sebagai catatan, terdapat 20 jenis komoditi yang dapat disimpan di gudang, yakni Gabah, Beras, Jagung, Kopi, Kakao, Lada, Karet, Rumput Laut, Rotan, Garam, Timah, Kopra, Teh, Gambir, Ikan, Bawang Merah, Pala, Ayam Beku Karkas, Gula Kristal Putih, dan Kedelai.
“Bank BJB senantiasa mendukung berbagai pengembangan ekonomi termasuk melalui skema resi gudang yang dikembangkan pemerintah,” ucap Nancy.
Nancy juga mengatakan, Bank BJB sebagai mitra strategis pemerintah ikut mendukung upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui beragam kemudahan, salah satunya melalui pembiayaan sistem resi gudang.
Adapun produk yang dimiliki yaitu bjb Skema Resi Gudang (S-SRG) sebuah fasilitas pinjaman yang mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah dengan jaminan resi gudang yang diberikan oleh bank kepada petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi.
“Keunggulan Pinjaman bjb SSRG adalah suku bunga ringan, bebas biaya provisi dan administrasi. Selain itu, kriteria dan persyaratannya juga sangat mudah,’’ imbuhnya.
Ditambahkan Nancy, pihaknya juga senantiasa mengedukasi para petani dan menjadikan penerapan sistem resi gudang sebagai budaya bagi petani untuk tidak tergesa-gesa menjual hasil panen. Karena sistem resi gudang sangat efektif dan menguntungkan bagi para petani.
Bank BJB optimistis kerja sama sama dengan KBI akan dapat memberi manfaat luas dan tentu saja diharapkan akan meningkatkan layanan resi gudang. Apalagi, layanan perbankan bank bjb juga saat ini sudah sangat mumpuni.
Saat ini, Bank BJB menempati posisi ke-13 di antara total 105 bank umum di Indonesia, dengan didukung oleh jaringan kantor fisik yang tersebar di seluruh negeri. Dengan jumlah keseluruhan 64 kantor cabang, 819 kantor cabang pembantu, dan 1.915 terminal perbankan elektronik yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia.
“Kamis terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam industri perbankan nasional,” tegas Nancy.

