Marketing Sales 2023 Terbesar Sepanjang Masa, Saham Ciputra (CTRA) Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil menjatatkan penjualan marketing properti senilai Rp 10,2 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan manajemen perseroan sebelumnya.
CGS CIMB Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi marketing sales tersebut telah melampaui estimasi atau setara dengan 105% dari perkiraan CIMB Sekuritas dengan proyeksi Rp 9,8 triliun.
Baca Juga
Sektor Properti Dinilai 'Overweight', Analis Jagokan Saham CTRA
Terkait sumber utama marketing sales didominasi penjualan properti dari wilayah Jabodetabek dengan kontribusi Rp 5,4 triliun atau setara dengan 52% dari total penjualan. Pertumbuhan tersebut didukung kebijakan pemerintah yang membebaskan PPN pembeli properti dengan harga maksimal Rp 2 miliar.
Besarnya dampak pembebasan PPN terhadap penjualan properti perseroan terlihat dari tipe properti yang terjual didominasi harga di bawah Rp 2 miliar dengan kontribusi mencpai 47% terhadap total penjualan. Sedangkan rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar menyumbang sektiar 53% terhadap penjualan rpoperti. Perseroan mencatatkan sebagian besar properti yang terjual berada dalam kisaran harga Rp 1-3 miliar.
Terkait penjualan properti tahun ini, CGS CIMB Sekuritas menyebutkan, akan didukung keberhasilan perseroan meluncurkan proyek perdananya tahun 2024 di Meda bekerja saham dengan PTPN II dan PTPN III. Proyek ini berhasil mendatangkan penjualan marketing hingga Rp 844 miliar atau setara dengan 7% dari target penjualan marketing tahun ini.
Baca Juga
Saham Avia (AVIA) Direkomendasikan Beli, Simak Faktor Pendukung Ini
Realisasi marketing sales lampaui target tahun 2023 ditambah ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan penjualan marketing tahun ini mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham CTRA dengan target harga Rp 1.515.
Dengan harga saham saat ini, valuasi CTRA yang tergolong murah, yaitu 10.6x FY24F P/E, -0.5 standar deviasi dari rata-rata 13 tahun. Sedangkan target harga Rp 1.515 merefleksikan perkiraan PE tahun 2026 sekitar 10.7x dan -0.5 standar deviasi dari rata-rata 13 tahun, serupa dengan valuasi di tahun 2012-2013 saat pertumbuhan prapenjualan kuat.

