Saham Telefast (TFAS) dari Anjlok hingga Melesat 143%, Simak Bisnisnya
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) telah melesat sebanyak sebanyak 143,90% terhitung sejak pembukaan penghentian sementara (suspend) perdagangan saham hingga kini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TFAS sempat mengalami suspend pada 4 September 2023 saat harga anjlok terus menjadi Rp 820. Supend dipicu atas anjloknya saham TFAS dari Rp 2.260 pada penutupan perdangan 4 Agustus 2023 menjadi Rp 820 pada penutupan perdagangan 4 September 2023 atau terjun 63,71%.
Baca Juga
Fluktuatif! Usai Suspend, Saham Telefast (TFAS) Terbang 95%, Berikut Performanya
Namun secara mengejutkan setelah suspend dibuka per 6 September hingga sesia I pada 11 September, harga saham TFAS melambung 143,90% dari Rp 820 menjadi Rp 2.000.
Siapa pemilik TFAS? Berdasarkan data pemegang terbesar saham TFAS adalah PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) dengan kepmilikan 41,95%, PT Distribusi Voucher sebanyak 16,26%, dan PT Telefast Investama sebanyak 9,12%.
Berdasarkan data perseroan, Telefast Indonesia didirikan Oktober 2008 oleh Jody Hedrian. Dirinya juga bertindak sebagai direktur utama perusahaan tersebut. Telefast bermula sabagai agen penjualan produk telekomunikasi untuk kebutuhan toko/outlet pulsa dan terus berkembang hingga menjadi distributor salah satu operator telekomunikasi untuk provinsi Banten dan Jawa Tengah.
Baca Juga
Harga Anjlok 38,81%, BEI Gembok Saham Telefast Indonesia (TFAS)
Telefast kemudian berkembang tidak hanya memasarkan produk telekomunikasi, pada 2019 Telefast memperluas jaringan bisnisnya kedalam industri Sumber Daya Manusia yang terintegrasi dengan teknologi digital. Selain menyediakan kebutuhan Sumber Daya Manusia (outsourcing company), Telefast juga menyediakan Human Resource Integrated System (HRIS).
Kemudian pada 2020, Telefast mereposisi strategi bisnisnya untuk terlibat dalam bisnis supply chain management melalui anak usahanya PT Logitek Digital Nusantara (LDN).
Dengan jaringan ritel yang luas dan teknologi pendukung yang dimiliki oleh Telefast serta perkembangan e-commerce yang sangat pesat, perusahaan melihat adanya peluang usaha yang menjanjikan dimana Telefast mampu memberikan layanan logistik yang lebih komprehensif.
Baca Juga
20 Reksa Dana Paling Moncer 2023, Ada yang Cetak Return 18,16%
Selain itu, Telefast melalui LDN juga menjalin kerjasama dengan SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat) untuk mengembangkan drop point pengiriman paket dan mengajak Thrid Party Logistics (3PL) yang ada di Indonesia bergabung untuk mengembangkan industri logistik.
Hingga semester I-2023, perseroan berhasil mencatat kenaikan laba bersih periode berjalan menjadi Rp 149,20 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 118,98 juta. Sedangkan pendapatan bersih turun dari Rp 401,76 miliar menjadi Rp 367,69 miliar.
Baca Juga
Pastikan Cadangan, Presiden Jajaki Impor dari India, Bangladesh, Kamboja dan China
Perseroan menargetkan peningkatan jumlah drop point menjadi 12 ribu unit, dibandingkan posisi akhir kuartal II-2023 sebanyak 10.071 unit. Perseroan juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perusahaan pengiriman termasuk pengembangan jaringan mitra bisnis.

