Fluktuatif! Usai Suspend, Saham Telefast (TFAS) Terbang 95%, Berikut Performanya
JAKARTA, investortrust.id – PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) menunjukkan pergerakan fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Saham ini sempat anjlok hingga 38,81%dalam lima hari beruntun hingga memicu Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdaganganya (suspend).
Namun usai suspend dibuka BEI, sejak 6 September 2023, saham TFAS langsung terbang 95,12% dalam tiga hari terakhir. Bahkan, Jumat (8/9/2023), saham TFAS kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 320 (25%) menjadi Rp 1.600.
Baca Juga
Dengan posisi penutupan Rp 1.600 berarti saham TFAS telah menguat 95,12%, dibandingkan posisi penutupan harga pada 4 September 2023atau sebelum suspend level Rp 820.
Berdasarkan data kinerja keuangan perseroan hingga semester I-2023, perseroan berhasil mencatat kenaikan laba bersih periode berjalan menjadi Rp 149,20 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 118,98 juta. Sedangkan pendapatan bersih turun dari Rp 401,76 miliar menjadi Rp 367,69 miliar.
Baca Juga
MNC Energy (IATA) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Wakalah Rp 750 Miliar
Terkait pengembangan bisnis tahun ini, manajemen perseroan menyebutkan, Telefast akan melakukan pengembangan jaringan drop point dan kemitraan, kolaborasi dengan mitra bisnis dan e-commerce, serta pengembangan sistem IT sebagai penunjang inovasi bisnis.
Perseroan menargetkan peningkatan jumlah drop point menjadi 12 ribu unit, dibandingkan posisi akhir kuartal II-2023 sebanyak 10.071 unit. Perseroan juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perusahaan pengiriman termasuk pengembangan jaringan mitra bisnis.
Baca Juga
Berdasarkan data kepemilikan saham, ketiga perusahaan ini bertindak sebagai pengendali saham TFAS, yaitu PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sebanyak 41,95%, PT Distribusi Voucher sebaanyak 16,26%, dan PT Telefast Investama sebanyak 9,12%. Sisanya dikuasai Bank of Singapore 6,72% dan sisanya masyarakat mencapai 25,36%.
PEngembangan jaringan drop point Telefast:

