Ada Lagi Obligasi Waskita Karya (WSKT) Mau Jatuh Tempo, Nilainya Hampir Rp1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) harus putar otak untuk membayar bunga dan pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018, sesuai ketentuan yang disepakati dengan pemegang obligasi.
Pada tanggal 6 September 2023, WSKT menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 atau RUPO untuk meminta persetujuan pemegang obligasi agar menunda pembayaran bunga ke 18, 19, 20 serta pelunasan pokok obligasi yang jatuh tempo tanggal 28 September 2023.
‘’Dalam RUPO, pemegang obligasi tidak menyetujui usulan Perseroan untuk melakukan perubahan dan/atau penambahan pada Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018,’’ SVP Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita dalam keterangan tertulis, Jumat (8/9/2023).
Baca Juga
Sidang Gugatan PKPU Enam Pihak ke Waskita (WSKT) Lanjut Pekan Depan
Pada hari yang sama WSKT juga menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 di mana jumlah pemegang Obligasi yang hadir tidak mencapai kuorum kehadiran pemegang obligasi.
‘’Berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, dalam hal kuorum kehadiran tidak tercapai RUPO pertama maka wajib diadakan RUPO yang kedua. RUPO kedua dilaksanakan paling cepat 14 hari kalender dan paling lambat 21 hari kalender dari RUPO sebelumnya,’’ papar Emmy.
Sebagai catatan untuk obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018, WSKT menerbitkan obligasi dengan nilai pokok Rp 805 miliar, sedangkan jumlah obligasi yang harus dilunasi beserta bunga yaitu Rp 941,75 miliar.
Baca Juga
Sedangkan jumlah obligasi yang belum dilunasi untuk Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 sebesar Rp 135 miliar dari jumlah pokok obligasi Rp 100 miliar. ‘
’RUPO yang dilaksanakan pada tanggal 6 September 2023 hanya dihadiri 73,80% pemegang obligasi yang sah atau mewakili Rp 100 miliar, sehingga rapat dinyatakan tidak kuorum,’’ tulis Emmy. Adapun syarat kuorum, RUPO harus dihadiri minimal 75% suara saham pemegang obligasi.

