Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Pertumbuhan Laba 28% Jadi US$ 163,57 Juta
JAKARTA, investortrust.id – Emiten panas bumi Grup Pertamina, PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 163,57 juta sepanjang 2023, naik 28,48% dari US$ 127,31 juta pada tahun buku 2022.
Berdasarkan laporan keuangan audited yang dikutip, Jumat (1/03/2024) disebutkan, kenaikan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang tercatat sebesar 5,23% secara year on year (yoy) menjadi US$ 406,28 juta di tahun 2023, dibanding US$ 386,06 juta tahun buku 2022.
Sementara beban pokok pendapatan dan biaya pokok lainnya tercatat naik menjadi US$ 178,97 juta disbanding US$ 173,20 juta. Alhasil Perseroan mencatat laba kotor sebesar US$ 227,31 juta, naik 6,78% yoy dari US$ 212,86 juta di tahun 2022.
Baca Juga
Setelah memperhitungkan beban umum dan administrasi serta pendapatan keuangan maupun beban lainnya, Perseroan mencatat laba usaha sebesar US$ 265,17 juta, naik dari US$ 209,58 juta di tahun 2022.
Sedangkan posisi EBITDA tercatat mencapai US$ 240,96, naik dari angka US$ 194,76 juta di tahun 2022.
Baca Juga
Dari sisi neraca anak usaha Pertamina tersebut membukukan total asset sebesar US$ 2,96 miliar per 31 Desember 2023, tumbuh disbanding posisi asset per 31 Desember 2022 yang tercatat US$ 2,47 miliar.
Adapun jumlah liabilitas mengalami penurunan menjadi US$ 992,88 juta per 31 Desember 2023 dari US$ 1,21 miliar per 31 Desember 2022. Sedangkan jumlah ekuitas naik menjadi US$ 1,97 juta pada 31 Desember 2023 dari posisi US$ 1,25 miliar per 31 Desember 2022.
Atas perolehan kinerja tersebut, PGEO mencatat laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 0,0040 per 31 Desember 2023, turun tipis dibanding periode yang yang sama tahun 2022 tercatat sebesar US$ 0,0041.

