Percepat Pembangunan Subang Smartpolitan, Surya Semesta (SSIA) Raup Pinjaman Rp 1,5 Triliun
JAKARTA, invesotrust.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui kedua anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya dan PT Jasa Semesta Utama, meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai Rp 1,5 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin berjangka tersebut dijamin perseroan.n
Fasilitas pinjaman tersebut diperoleh dari PT Bank Centrak Asia Tbk (BBCA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sedangkan jangka waktu pinjaman mencapai 120 bulan sejak penandatanganan 22 November 2023.
Baca Juga
Pantau! Potensi Cuan Saham Surya Semesta (SSIA) Bisa 61%, Begini Pertimbangannya
“Tambahan dana yang diperoleh akan mempercepat pengembangan Subang Smartpolitan sebagai proyek utama perseroan,” kata Direktur SSIA The Jok Tung dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Sebeluymnya, RHB Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa saham SSIA masih menggiurkan dengan potensi penguatan lebih dari 50%, dibandingkan harga penutupan saham hari ini. Target tersebut mempertimbangkan penguatan segmen hotel, konstruksi, dan penjualan lahan industri.
RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SSIA dengan target harga Rp 680. Dengan harga penutupan saham SSIA level Rp 420 kemarin, terbuka potensi kenaikan harga hingga 61,9%.
Baca Juga
Salip-salipan Berlanjut, Market Cap BBRI Kali Ini Peringkat Dua
RHB Sekuritas mengurai faktor pembuat saham SSIA layak dipertahankan beli dengan target harga tersebut, yaitu terjadi pemulihan sektor bisnis hotel dan konstruksi perseroan. Hal ini ditandai dengan lonjakan pendapatan sebanyak 77,6% segmen hotel and sebanyak 12,5% untuk segmen konstruksi.
“Kami memperkirakan segmen hotel perseroan akan mencapai puncak okupansi pada Oktober-November sebelum Desember mengalami penurunan,” tulis analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dalam risetnya.
Baca Juga
IHSG Ditutup Naik Tipis, Saham BBYB, PUDP, dan KOPI Cetak ARA
Begitu juga dengan segmen bisnis konstruksi melalui anak usahanya PT Nusa Rara Cipta Tbk (NRCA). Menurut dia, berhasil meraih kontrak baru senilai Rp 2,3 triliun sampai September 2023. Angka tersebut telah berada di atas target tahun ini Rp 2,2 triliun.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SSIA dengan target harga Rp 680. Target tersebut juga mempetimbangkan lompatan laba bersih perseroan menjadi Rp 408 miliar tahun ini dan menjadi Rp 675 miliar pada 2025, dibandingkan tahun lalu Rp 176 miliar.

