Target Kinerja dan Saham Semen Indonesia (SMGR) Direvisi Turun, Berikut Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) direvisi turun, seiring dengan perkiraan rata-rata harga jual produk perseroan tahun ini diprediksi lebih rendah, diabndingkan perkiraan semula. Revisi turun tersebut juga mempertimbangkan peningkatan COGS yang lebih tinggi.
Revisi turun tersebut mempertimbangkan volume penjualan perseroan yang lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula. Begitu juga dengan rata-rata harga jual diestimasi lebih rendah, dibandingkan perkiraan awal.
Baca Juga
Target Harga Saham dan Laba Siloam (SILO) Direvisi Naik, Simak Fakta Berikut
“Revisi turun tersebut mempertimbangkan rata-rata harga jual semen karung perseroan relatif stabil tahun ini, meskipun manajemen berniat untuk menaikkan harga jual,” terang analis Trimegah Sekuritas Alberto Jonas Kusuma dan Kharel Devin Fielim dalam riset yang diterbitkan Trimegah Sekuritas di Jakarta, kemarin.
Perseroan, terang Trimegah Sekuritas, kemungkinan tidak akan menaikkan harga jual semen karung, karena kontribusinya terhadap volume penjualan sedang meningkat pesat.
Baca Juga
Revisi turun target kinerja keuangan tahun ini juga sebagai antisipasi peningkatan biaya energi per ton setelah nilai tukar rupiah melemah bersamaan dengan kenaikan harga energi global. Dengan demikian, diperkirakan COGS per ton perseroan akan meningkat menjadi Rp 681 ribu, dibandingkan semulai Rp 671 ribu sepanjang 2023.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi turun target pertumbuhan kinerja keuangan Semen Indonesia sepanjang 2023. Trimegah Sekuritas merevisi turun target laba bersih tahun ini dari Rp 3,24 triliun menjadi Rp 2,50 triliun, Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 39,64 triliun menjadi Rp 37,05 triliun.
Baca Juga
Semen Indonesia (SMGR) Cetak Laba Rp 1,71 Triliun, Harga Sahamnya Masih Jauh dari Target
Trimegah Sekuritas memperkirakan volume penjualan perseroan diprediksi mencapai 39,1 juta ton tahun ini dengan rata-rata harga jual diprediksi lebih rendah dari perkiraan semula menjadi Rp 948 ribu per ton.
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas merevisi turun target harga saham SMGR dari Rp 10.100 menjadi Rp 7.700 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Rekomendasi mempertimbangkan bahwa perseroan telah mengamankan kebutuhan batubara dengan harga DMO tahun 2024 dan pangsa pasar penjualan perseroan diprediksi tetap solid tahun depan.

