Gencar Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Realisasikan Capex Rp 1,62 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Emiten investasi milik konglomerat muda Agus Lasmono Sudwikatmono, PT Indika Energy Tbk (INDY) menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 104.9 juta, sekitar 1,62 triliun (kurs Rp 15.500) per September 2023 atau kuartal III-2023.
Vice President Director dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, mengatakan, sebagian besar dana belanja modal atau sekitar 77% digunakan INDY untuk pengembangan bisnis non batu bara, termasuk Indika Minerals (terutama pada proyek Awakmas) sebesar US$ 54,4 juta, Ilectra Motor Group (IMG) sebesar US$ 6,6 juta, dan Indika Nature sebesar US$ 9,5 juta.
“Indika Energy fokus untuk berinvestasi dan mendiversifikasi portofolio bisnisnya ke sektor non batu bara. Pada periode September 2023, Indika Energy mencatatkan 77% belanja modal yang dialokasikan untuk pengembangan bisnis mineral, kendaraan listrik, dan nature-based solutions. Keberlanjutan akan terus menjadi landasan utama dalam seluruh kegiatan usaha dan operasional kami sepanjang tahun 2023 dan ke depannya,” tutur Azis dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (5/11/2023).
Baca Juga
Perkuat Bisnis Bongkar Muat, Mitra Investindo (MITI) Tambah 29% Saham Anak Usaha
Dikatakan, pada tanggal 22 September 2023, Perseroan melalui Indika Indonesia Resources (IIR) dan Indika Capital Investments (ICI), keduanya sebagai penjual, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dengan Petrindo Jaya Kreasi sebagai pembeli sehubungan dengan rencana penjualan 100% kepemilikan saham di Multi Tambangjaya Utama (MUTU) kepada Petrindo Jaya Kreasi.
Transaksi ini diharapkan selesai dengan pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan sebagaimana ditetapkan di dalam CSPA, termasuk persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
‘’Pada 21 September 2023, Perseroan melalui Indika Energy Capital III Pte. Ltd. telah membeli kembali sebagian dari obligasi tahun 2024 (kupon 5,875%) yang jatuh tempo pada tahun 2024 dengan jumlah pokok keseluruhan sekitar US$ 29,3 juta di pasar terbuka. Obligasi yang dibeli kembali mewakili sekitar 5,09% dari jumlah pokok awal Obligasi tahun 2024,’’ imbuhnya.
Baca Juga
Sementara terkait kinerja, Perseroan mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 93,8 juta (Rp 1,45 triliun). Sementara pada periode yang Perseroan mencatatkan penurunan Pendapatan sebesar 26,6% menjadi US$ 2,29 miliar (Rp 35,49 triliun).
Sementara itu, marjin laba kotor juga turun menjadi 19,1% di kuartal III-2023, dibandingkan dengan 34,7% pada periode yang sama 2022.
Beban penjualan, umum dan administrasi tercatat meningkat 13% menjadi US$ 170,6 juta pada periode September 2023 yang disebabkan meningkatnya biaya DMO, biaya sewa, tanah dan perizinan di Multi Tambangjaya Utama (MUTU), serta biaya jasa profesional.
Sementara itu, beban keuangan Perseroan menurun 22% menjadi US$ 62,6 juta terutama disebabkan penghematan bunga sebesar US$ 13,3 juta terkait turunnya pokok obligasi akibat pelunasan obligasi lebih awal, serta pembalikan kapitalisasi beban bunga untuk proyek Awakmas sebesar US$ 3 juta. Penurunan beban keuangan ini diimbangi dengan kenaikan beban bunga pinjaman bank sebesar US$ 2,6 juta.

