PPN Properti Ditanggung Pemerintah, Saham Emiten Ini Ditutup Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Keputusan pemerintah menanggung PPN pembelian properti dengan harga maksimal Rp 2 miliar memicu lompatan harga saham saham sektor properti sepanjang Selasa (24/10/2023). Bahkan, saham sektor properti berhasil melesat 1,87%.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/10/2023), penguatan saham terbesar dicatatkan sejumlah saham property ini. Di antaranya, saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ditutup melesat Rp 6 (7,06%) menjadi Rp 91.
Baca Juga
Kabar Gembira, Cicilan Rumah di Bawah Rp 2 Miliar Dapat Insentif PPN, Cek Besarannya
Penguatan juga melanda saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik Rp 35 (3,54%) menjadi Rp 1.025. Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ditutup menguat Rp 40 (4,12%) menjadi Rp 1.010.
Kenaikan harga juga melanda saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) ditutup naik Rp 25 (4,95%) menjadi Rp 530. Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik Rp 20 (5,03%) menjadi Rp 418.
Penguatan harga juga melanda emiten property PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) naik Rp 3 (1,86%) menjadi Rp 164. Begitu juga dengan saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menguat Rp 4 (2,68%) menjadi Rp 153.
Baca Juga
Pemodal Asing Net Sell Rp 347 Miliar, Saham BBCA Kembali Dilepas
Pemerintah sebelumnya berencana menanggung PPN properti hingga Juni 2024. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menekan backlog perumahan bisa berkurang. Pembebasan PPN hingga 100% akan diberikan kepada pembeli rumah dengan harga maksimal Rp 2 miliar.
Pembebasan PPN sebanyak 100% akan berlaku sampai Juni 2024. Sedangkan Juli sampai Desember 2024, total PPN properti yang ditanggung pemerintah diturunkan menjadi 50%.
Pemerintah juga berencana menanggung sebagian biaya administrasi untuk pembelian rumah sebesar Rp 4 juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Subsidi tersebut akan diberikan hingga tahun 2024.

