Manajer Investasi adalah ‘Tangan Dewa’
JAKARTA, investortrust.id - Manajer investasi tidak hanya warga negara terhormat lantaran punya posisi terpenting di bidang investasi sebagai pengelola dana nasabah. Para investment manager ini mengelola jumlah dana sangat besar, sehingga kinerja mereka juga memengaruhi arah perkembangan pasar modal dan ekonomi. Oleh karenanya, mereka sering disebut 'tangan dewa'.
Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Investortrust Indonesia Sejahtera Primus Dorimulu, dalam welcome speech pada acara “Investment Manager Awards 2023” yang diselenggarakan Investortrust bekerja sama dengan PT Infovesta Research, di Jakarta, Kamis (21/09/2023). Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur PT Investortrust Indonesia Sejahtera Sachin Gopalan, Direktur PT Infovesta Research Parto Kawito, serta para wakil manajer investasi.
“Para wakil manajer investasi sebagai pengelola dana nasabah adalah warga negara terhormat, yang punya posisi terpenting di bidang investasi. Karena di tangan Anda, nilai investasi nasabah juga dipertaruhkan!” ujar Primus.
Primus mengatakan, istilah ‘tangan dewa’ yang disematkan pada manajer investasi cukup beralasan. Di tangan manajer investasi, nilai dana investasi yang dititipkan para investor berpotensi besar untuk berlipat ganda. Dalam sejarah investasi, hal itu seringkali terjadi.
“Para investor dapat meraup keuntungan besar meski dalam situasi ekonomi tidak menentu. Manajer investasi dilihat investor sebagai manusia super yang mampu membuat prediksi dengan jitu. Secara informal, pemodal yang merasa diuntungkan oleh manajer investasi menjulukinya dengan sebutan ‘tangan dewa’. Oleh pemodal, manajer investasi dianggap memiliki pengetahuan dan kemampuan luar biasa, sampai-sampai ada yang menilai manajer investasi memiliki kekuatan supranatural,” papar Primus.
Baca Juga
Oleh karena itu, para manajer investasi ini perlu mendapat penghargaan. “Dan untuk pertama kali, hari ini, Kamis 21 September 2023, untuk pertama kali di Indonesia, ada penghargaan khusus yang diberikan kepada para manajer investasi,” ucap Primus.
Penghargaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada manajer investasi yang meraih prestasi dan melecut semangat semua manajer investasi untuk memberikan kinerja terbaik, melindungi dana nasabah, dan memaksimalkan keuntungan bagi nasabah. Di sisi lain, sekaligus mengingatkan kita semua bahwa manajer investasi juga manusia biasa, yang tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan.
Sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh dan mengambil keputusan investasi, para manajer harus memiliki keahlian, kompetensi, dan integritas yang tinggi. Mereka harus patuh pada regulasi dan panduan yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Hari ini adalah juga hari istimewa bagi Investortrust, sebuah media baru di bidang ekonomi, bisnis, finansial, dan khususnya investasi. 'Investment Manager Awards 2023' adalah award pertama yang diberikan oleh Investortrust, bekerja sama dengan Infovesta. Meski media baru, tenaga inti pengelola Investortrust adalah profesional lama yang sudah berpengalaman di bidang finansial dan pasar modal, serta membesarkan sejumlah media ekonomi. Infovesta adalah mitra lama kami selama sekitar dua dekade. Kami bermitra dalam 'Mutual Funds Awards' dan 'Unitlink Awards',” papar Primus.
Kinerja Manajer Investasi
Primus menyampaikan lebih lanjut poin-poin penting gambaran umum kinerja manajer investasi di Tanah Air. Pertama, pada Agustus 2023, terdapat 95 manajer investasi yang mendapat izin operasional dari OJK. Jumlah ini umumnya dinilai terlalu banyak dalam memperebutkan dana masyarakat, khususnya dana kontrak pengelolaan dana (KPD) atau discretionary fund.
Kedua, total asset under management (AUM) manajer investasi per Agustus 2023 sebesar Rp 840,66 triliun. Terbesar adalah reksa dana Rp 516,68 triliun atau 61,5% dari total AUM. Berikutnya adalah KPD dengan AUM Rp 277,54 triliun atau 33%. Sisanya, EBA (efek beragun aset) Rp 2 triliun, DINFRA (dana investasi infrastruktur) Rp 7,8 triliun, DIFRE (dana investasi real estat) Rp 10,3 triliun, dan RDPT (reksa dana penyertaan terbatas) Rp 26,2 triliun.
Pertumbuhan tertinggi sejak 2017 adalah AUM KPD. AUM reksa dana dalam enam tahun terakhir naik 13%, sedang AUM manajer investasi melesat 22% pada rentang waktu yang sama. Pada tahun 2021 hingga Agustus 2023, AUM KPD melonjak 29%.
"Kami tidak mendapatkan data rinci perkembangan AUM KPD sejak 2017. Tapi, bisa dipastikan lonjakan AUM terbesar terjadi pada KPD, dana para investor kakap," imbuhnya.
Baca Juga
Ketiga, nama-nama MI berpengalaman masuk posisi top 20 berdasarkan AUM reksa dana per Agustus 2023. Bahana TCW Investment Management berada di puncak dengan AUM menembus Rp 46,5 triliun. Berikutnya Manulife Asset Management Indonesia Rp 46,5 triliun, Syalendra Capital Rp 32,8 triliun, Trimegah Asset Management Rp 32,6 triliun, dan Batavia Prosperindo Asset Management Rp 30,9 triliun.
Keempat, sejak 2017-Agustus 2023, AUM atau NAB reksa dana saham turun paling tajam seiring dengan perkembangan harga saham yang relatif tidak meningkat. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan saham di BEI Kamis (21/09/2023), ditutup di level 6.985,29. Posisi IHSG itu tidak jauh beda dengan di akhir tahun 2022, yang berada di level 6.850,61. Padahal, IHSG tahun 2017 sudah berada di level 6.355,65. Dalam kondisi ini, yang membaik adalah nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana pendapatan tetap.
Kelima, ada keyakinan para ekonom bahwa pada tahun 2024 ekonomi membaik. Isu hiperinflasi dan suku bunga tinggi mereda. Ketika suku bunga mulai diturunkan, saham menjadi pilihan. Tahun 2024 adalah tahun reksa dana saham. Saat ini, suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (FFR) di level 5,5% dan suku bunga acuan Bank Indonesia BI-7DRRR di level 5,75%.
Keenam, meskipun manajer investasi memiliki kompetensi tinggi dalam pengelolaan dana, sebagai manusia mereka bisa ‘alpa’ atau terpeleset. Oleh karena itu, pengawasan oleh OJK diimbau untuk lebih ditingkatkan.
Meski ada kekurangan, regulasi yang ada sudah cukup untuk melahirkan manajer investasi berkualitas. Manajer investasi yang tidak mengindahkan tata kelolaan yang baik, tidak bertanggung jawab terhadap nasabah, tidak transparan, tidak patuh pada regulasi harus diberikan sanksi keras, mulai dari peringatan hingga pencabutan izin. Para manajer investasi dan kita semua tidak rela “gara-gara nilai setitik, rusak susu sebelanga”.
Ketujuh, pentingnya literasi agar kemajuan inklusi keuangan tidak menimbulkan petaka. Pada Sabtu (29/10/2022), OJK mengumumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022. Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%, sedang inklusi keuangan sebesar 85,10%. Dibanding hasil SNLIK 2019, terdapat kemajuan signifikan, terutama indeks literasi keuangan. Pada SNLIK 2019, literasi keuangan 38,03%, inklusi keuangan 76,19%. Namun, gap antara literasi keuangan dan inklusi keuangan masih besar.
Pada tahun 2019, gap antara literasi keuangan dan inklusi keuangan sebesar 38,16%. Sedangkan pada tahun 2022, gap sebesar 35.42%. Literasi belum mampu mengejar inklusi keuangan yang meningkat tajam seiring dengan kemajuan teknologi digital.
Literasi tentang investasi portofolio lebih rendah lagi, dan ini menjadi tanggung jawab kita semua, khususnya manajer investasi. Investortrust akan terus menjadi mitra manajer investasi, perusahaan sekuritas, asuransi, perbankan, dana pensiun, OJK, dan pemerintah dalam meliterasi masyarakat.
Akibat rendahnya literasi, masyarakat menjadi korban penipuan berkedok investasi. Mereka, para penipu itu, menyebut investasi, padahal nyatanya adalah investasi bodong. Usahanya dinamakan koperasi, pinjaman online (pinjol), hingga perusahaan investasi, tapi isinya adalah penipuan.
Data Satgas Waspada Investasi OJK menunjukkan, selama periode 2018-2022, nilai kerugian akibat investasi bodong mencapai Rp 126 triliun. Sedang jika ditarik sejak 2007, nilai kerugian mencapai Rp 138 triliun.
Kita semua harus bersama-sama meliterasi masyarakat bahwa dana investasi harus dititipkan ke pihak yang benar, yakni tangan manajer investasi. Manajer investasi adalah perusahaan yang diberikan kewenangan oleh OJK untuk mengelola dana investasi masyarakat. Perusahaan manajer investasi mempekerjakan wakil manajer investasi yang memiliki sertifikat dan pengalaman di bidangnya.
Target OJK untuk mencapai AUM Rp 1.000 triliun tidak sulit dicapai. Saat ini saja, AUM manajer investasi sudah mencapai Rp 841 triliun, namun demikian baru sekitar 5% dari produk domestik bruto (PDB), jauh di bawah sejumlah negara tetangga yang sudah 20%. Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) perbankan di atas Rp 8.000 triliun. Jika masyarakat menitipkan dana di tangan yang tepat, AUM manajer investasi bisa menembus Rp 1.000 triliun tahun depan.
Kini saatnya kita berbenah. Mari kita mengembalikan trust masyarakat terhadap pasar modal dan komunitas investasi, yang selama ini tergerus oleh ulah pengelola investasi bodong dan sebagian manajer investasi sendiri. Dengan peningkatan governance, kita yakin, manajer investasi akan kembali merebut kepercayaan masyarakat.
Literasi Zillennial
Investortrust, lanjut Primus, hadir untuk memberikan literasi finansial kepada masyarakat, khususnya para zillennial —milenial dan gen Z—, yakni mereka lahir sejak era 1980-an. Mereka yang disebut digital native. Lewat financial literacy, mereka yang jumlahnya mencapai 145 juta atau sekitar 54% penduduk Indonesia, diharapkan menjadi generasi emas tahun 2045. Mereka harus dikawal agar menjadi generasi emas, generasi yang sudah mencapai financial freedom.
“Kami merasa terpanggil untuk menjadi mitra para manajer investasi dalam memberikan financial literacy kepada masyarakat, khususnya zillennial. Kami memilih nama Investortrust. Ada kata ‘trust’ di belakang ‘Investor’ sebagai wujud dari niat kami untuk membangun ‘trust’ di dunia investasi. Investasi akan sukses jika ada trust semua pihak yang terlibat,” paparnya.
Para investor, lanjut Primus, menitipkan dananya di manajer investasi karena trust. Kaum zillennial membaca Investortrust karena trust. Salah satu bentuk dana kelolaan manajer investasi adalah reksa dana yang disebut juga mutual fund dan unit trust.
Reksa dana ini adalah wadah menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Bentuk hukum reksa dana dapat berupa perseroan atau berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK), dan yang terbanyak di Indonesia adalah KIK.
Di luar negeri, mutual fund disebut unit trust, yang sama pengertian dan konsepnya. Istilah unit trust digunakan di Malaysia, Singapura, Inggris, dan negara dengan pengaruh Inggris. Sedangkan mutual fund populer di Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara lainnya, termasuk Indonesia.

