Usai Siklus Capex Besar, Mayora (MYOR) Buka Opsi Dividen Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membuka peluang untuk membayarkan dividen tahun buku 2023 lebih besar, dibandingkan tahun buku sebelumnya. Hal ini dilakukan setelah menuntaskan fase anggaran belanja modal (capex) besar-besaran.
Perseroan disebut menyiapkan capex tahun ini berkisar Rp 1,5 triliun. Anggaran tersebut lebih besar dari tahun 2022 dan 2023 dengan masing-masing di atas Rp 2 triliun. Sejumlah proyeksi tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 3.230.
Baca Juga
Laba Lampaui Estimasi, Saham Mayora (MYOR) Ditargetkan Menuju Rp 3.230
Manajemen MYOR dalam Mandiri Investment Forum 2024 sebagaimana dilansir riset Mandiri Sekuritas di Jakarta, beberapa hari lalu, menyebutkan bahwa Mayora kemungkinan membagikan dividen lebih besar tahun ini setelah menuntaskan siklus capex jumbo.
Berdasarkan data dalam tiga tahun terakhir, Mayora (MYOR) telah membagikan dividen senilai Rp 782,55 miliar atau setara dengan Rp 35 per saham untuk tahun buku 2022. Sedangkan total dividen tahun buku 2021 mencapai Rp 469 miliar atau Rp 21 per saham.
Terkait prospek kinerja keuangan tahun ini, Mandiri Sekuritas menyebutkan, Mayora (MYOR) mematok pertumbuhan pendapatan satu digit tahun 2024 didukung prediksi masih lemahnya daya beli masyarakat dan peluang kenaikan rata-rata harga jual produk sebagai antipisasi kenaikan harga kopi dan cokelat.
Baca Juga
Sektor Konsumer Menjelang 2024, Pilihan Teratas Saham ICBP dan MYOR
Sedangkan penjualan ekspor diprediksi bertumbuh lebih tinggi dengan perkiraan dua digit, meskipun lemah pemulihan pasar China.
Pertumbuhan penjualan juga didukung kehadiran produk baru, seperti Roma Lativa yang telah diluncurkan sejak kuartal akhir tahun lalu. “Mayora berencana meluncurkan sekitar 10-12 produk baru tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Rancang Rights Issue, Harita Nickel (NCKL) Undang Strategic Investor dari Eropa
Manajemen perseroan juga berupayua mempertahankan margin keuntungan bersih 9-10% tahun ini dan margin kotor diperkirakan mencapai 25-27%. Sedangkan biaya A&P ditargetkan tetap bertahan sebesar 8-9% terhadap total penjualan tahun ini.
Terkait harga bahan baku, dia mengatakan, terjadi kenaikan beberapa komoditas, seperti cokelat dan kopi. Meski demikian perseroan masih memiliki stok kopi masih besar dari panen tahun lalu.

