BEI Cabut Suspensi, Saham NATO Diperdagangkan Kembali Besok
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka kembali perdagangan saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) di pasar reguler dan pasar tunai, mulai sesi I perdagangan saham, Kamis (9/11/2023).
Pengumuman pembukaan kembali perdagangan saham NATO ditandatangani oleh P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Zakky Ghufron dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Yayuk Sri Wahyuni, Rabu (8/11/2023).
“Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00056/BEI.WAS/11-2023 tanggal 7 November 2023 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 9 November 2023,’’ demikian bunyi pengumuman yang disampaikan BEI dalam keterbukaan informasinya.
Baca Juga
Masih Rugi Rp 151,22 Miliar, Acset Indonusa (ACST) Ungkap Strategi Kejar Laba
Sebelumnya, BEI melakukan suspensi saham NATO sejak sesi I perdagangan saham tanggal 8 November 2023, sehubungan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut, beberapa hari terakhir.
BEI menyampaikan, dengan dilakukannya suspensi, pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan waktu untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham NATO.
Berdasarkan data perdagangan penutupan pasar kemarin, saham NATO tercatat bertengger pada level Rp 133 per saham, anjlok 15,29% dari harga sebelumnya.
Baca Juga
IPO Sukses, Kian Santang (RGAS) Makin ‘Pede’ Jalankan Diversifikasi Produk
Sedangkan selama sepekan terakhir, saham emiten properti yang berbasis di Bali ini mengalami penurunan sebesar 71,09%.
Sementara dalam penjelannya terkait volatilitas saham perseroan, Direktur Utama NATO, Gede Putu Adnawa, mengaku, pihaknya tidak tahu menahu adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan.
‘’Selain itu perseroan juga tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di bursa,’’ ujarnya dilansir dalam keterbukaan informasi NATO, Rabu (8/11/2023).
Terkait kemungkinan rencana aksi pemegang saham pengendali, Gede memastikan mereka belum memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan yang dapat mempengaruhi harga saham NATO di bursa.

