Anjlok 92%, BEI Kembali Suspensi Saham KAYU
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi kedua perdagangan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU). Hal ini dipicu atas berlanjutnya penurunan saham hingga auto reject bawah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Divis Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A mengatakan, penghentian sementara perdagangan saham KAYU di pasar regular dan pasar tunai dilakukan mulai sesi I perdagangan 5 Januari 2024 hingga pengumuman bursa lebih lanjut.
Baca Juga
Melesat 12 Kali Lipat dalam 8 Bulan, Pekan Ini Saham Darmi (KAYU) Paling Buntung
“Bursa mengimbnau pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan,” terangnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (5/1/2024).
Berdasarkan data BEI, saham KAYU bergedrak dramtis dalam beberapa bulan terakhir. Saham KAYU sempat melesat tajam dari level Rp 50 pada 6 April 2023 hingga ke level Rp 625 pada 18 Desember 2023 atau melesat 1.150% dalam delapan bulan.
Namun usai mencapai level tertinggi Rp 625 berbalik arah hingga terjun bebas sampai sahamnya berakhir di level Rp 52 hanya dalam Sembilan hari perdagangan. Saham ini terkoreksi sebanyak 96% hanya dalam sekejap.
Dipicu penurunan dalam saham KAYU selama Sembilan hari beruntun, manajemen KAYU dalam surat resminya di BEI kemarin menyebutkan perseroan akan menggelar public expose insidentil pada 8 Januari 2024.
Perseroan akan menginformasikan rencana kinerja keuangan perseroan kuartal III-2023 dan kondisi bisnis terkini. Public expose insidentil tersebut juga akan mengungkan rencana bisnis perseroan tahun 2024 dan analisa pergerakan harga saham perseroan.
Baca Juga
Keren! Dua Direktur Bank Mandiri Raih Penghargaan Top BUMN Awards 2023
Sedangkan dari sisi keuangan, perseroan membukukan penurunan dalam penjualan dari Rp 19,71 miliar menjadi Rp 5,34 miliar hingga September 2023. Perseroan juga berbalik menjadi rugi usaha Rp 1,43 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba Rp 781 juta.
Dipicu peningkatan pendapatan lain-lain, KAYU berhasil mencetak laba bersih Rp 649,66 juta hingga September 2023 atau turun dari realisasi tahun sebelumnya Rp 1,39 miliar.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Darbe Putra Makmur selaku pengendali terlihat mengurangi kepemilikan saham dari 45% menjadi 42,1% dalam pelaporan Oktober 2023.

