Indo Premier dan Mansek Pimpin Top 10 Broker Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Dua broker lokal merajai aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan terakhir, 20 – 24 November 2023. Keduanya mencatatkan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 17,76 triliun.
PT Indo Premier Sekuritas berhasil menempatkan diri sebagai top 1 broker sepekan, dengan nilai transaksi Rp 9,75 triliun. Frekuensi transaksi broker berkode perdagangan PD tersebut mencapai 672,57 juta dan volume sebanyak 19,31 miliar saham.
Sedangkan langganan jawara, PT Mandiri Sekuritas atau Mansek (CC) harus puas di posisi kedua. Nilai transaksi anak usaha Bank Mandiri ini tercatat Rp 8,01 triliun, dengan frekuensi sebanyak 783,67 juta kali serta volume 13,17 miliar saham.
Dibawahnya merupakan broker-broker asing yang selalu masuk dalam tangga top 10 broker, kecuali PT Semesta Indovest Sekuritas di posisi delapan.
Baca Juga
Kali ini PT UBS Sekuritas Indonesia (AK) berada di tempat ketiga dengan nilai transaksi Rp 7,22 triliun. Frekuensi dan volume masing-masing sebanyak 390,72 juta kali transaksi dan 6,43 miliar saham.
Posisi keempat PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan catatan nilai transaksi Rp 6,95 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak344,21 juta kali dan volume perdagangan sebanyak 13,14 miliar saham.
Berada di posisi kelima PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU) melakukan transaksi senilai Rp 5,77 triliun, frekuensi sebanyak 242,11 juta kali dan volume perdagangan sebanyak 15,67 miliar saham.
Ditempat keenam dan ketujuh masing-masing menjadi milik PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP). Kedua broker ini mencatat nilai transaksi sebanyak Rp 5,31 triliun dan Rp 5,24 triliun.
Salah satu broker lokal lainnya yang masuk dalam jajaran top 10 adalah PT Semesta Indovest Sekuritas (MG), berada di tempat kedelapan, broker ini menghimpun nilai transaksi sebesar Rp 3,51 triliun.
Baca Juga
Suntik Modal Anak Usaha, Lautan Luas (LTLS) Perkuat Bisnis Pengolahan Air
Sedangkan peringkat kesembilan milik PT KB Valbury Sekuritas (CP) dengan nilai transaksi Rp 2,43 triliun. Posisi kesepuluh ada PT Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) yang mencatatkan transaksi sebesar Rp 2,18 triliun.
Selama sepekan terakhir, aktivitas perdagangan pasar saham tampak semarak. Optimisme pelaku pasar mulai muncul seiring indikasi penurunan inflasi di Amerika Serikat.
Sepanjang Oktober 2023, Inflasi AS turun ke level 3,2% dari 3,7% bulan sebelumnya. Walau diyakini gagal mencapai target 2% di akhir tahun 2023, tanda penurunan inflasi diharapkan jadi pertimbangan The Fed untuk tidak melanjutkan penaikan suku bunga pada Desember 2023.
Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI7DDR di level 6% turut menyokong optimisme pelaku pasar saham.
Baca Juga
Unilever (UNVR): Direksi Berbondong-bondong Mundur hingga Target Harga Saham Dipangkas
Semarak perdagangan saham tercermin dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang berhasil menembus level resistance psikologis 7.000, tepatnya 7.009,631, pada perdagangan Jumat (24/11/2023).
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, selama sepekan terakhir IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,46% dari level 6.977,668 pada penutupan pekan yang lalu.
Penguatan IHSG turut mendorong nilai kapitalisasi pasar saham pekan ini sebesar 0,17% menjadi Rp 11,05 triliun dari Rp 11,04 triliun pada pekan sebelumnya.
“Peningkatan tertinggi data perdagangan pekan ini terjadi pada rata-rata volume transaksi harian saham, yaitu sebesar 29,18% menjadi 21,88 miliar lembar saham dari 16,94 miliar lembar saham pada pekan yang lalu,” papar Kautsar melalui keterangan yang dikutip, Sabtu (25/11/2023).
Sementara rata-rata nilai transaksi harian saham pekan ini turut mengalami peningkatan sebesar 10,89% menjadi Rp 9,57 triliun dari Rp 8,63 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian saham juga meningkat sebesar 4,35% menjadi 1.123.494 kali transaksi dari 1.076.690 pada pekan yang lalu.
