Pasar Semarak, Saham WIDI dan JKON Masuk Menu Trading Sesi II
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham berlangsung semarak dengan nilai rata-rata transaksi harian mencapai Rp 6 triliun pada sesi I perdagangan, Senin (11/9/2023).
Pelaku pasar tampak optimistis membuat Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguatan 0,19% menjadi 6.937,91.
Baca Juga
Tim Riset Panin Sekuritas menyebut, penguatan IHSG ini diantaranya dipengaruhi oleh antisipasi pelaku pasar terhadap ekspektasi perekonomian US yang mengalami soft-landing, ditopang oleh rilis data perekonomian yang solid.
‘’Pelaku pasar optimistis terhadap prospek perekonomian global dan domestik, khususnya katalis positif dari keyakinan akan perekonomian US yang dapat soft landing,’’ tulis Panin Sekuritas.
Sejalan dengan IHSG, mayoritas indeks sektoral juga menguat, Penguatan signifikan terjadi pada sektor Healthcare +2,16%, Technology +1,69%, dan Basic Materials +1,06%, dimana hal ini ditopang oleh perkembangan inflasi yang terpantau melandai dan terkendali.
Baca Juga
Sementara sektor yang mengalami pelemahan hanya terjadi di sektor Industrials -0,10%, dan Energy -0,59%. Adapun pelemahan ini dikarenakan perkembangan global, dimana tingkat suku bunga yang masih tinggi dan normalisasi permintaan.
Adapun saham pilihan Panin Sekuritas untuk trading di sesi I yaitu: Saham PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI), Closing Rp200, 3.63%, tertinggi Rp210.
Selain itu ada saham PT Jaya Konstruksi Tbk (JKON). ‘’Pilihan saham-saham ini bergerak dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat),’’ sebut Panin Sekuritas.
Sementara itu, dalam jajaran indeks bursa regional, terpantau pelemahan terjadi di Hong Kong -1,68%; Thailand -0,69%; Jepang -0,49%; Filipina -0,20%; dan Malaysia -0,19%.
Pelemahan ini dipengaruhi oleh rilis data di China yang kurang memuaskan, di mana New Yuan loan hanya tumbuh sebesar CNY1,4 miliar (Cons: CNY1.200 miliar & Jul-23: CNY346 miliar).
Adapun penguatan signifikan terjadi di Shanghai +0,57%; Korea +0,30%; dan Singapura +0,11%. Penguatan ini cenderung dipengaruhi oleh membaiknya keyakinan dan optimisme pelaku pasar di global.

