Kekayaan Prajogo Melesat Jadi US$ 51 Miliar Didukung Lompatan Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Seluruh saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu mencatatkan lompatan harga pada penutupan perdagangan saham sesi I, Rabu (6/12/2023). Penguatan tersebut menjadikan nilai kekayaannya menembus angka tertinggi baru US$ 51,1 miliar.
Penguatan tertinggi melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan kenaikan Rp 245 (23,33%) menjadi Rp 1.295. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.070-1.305, bahkan BRPT nyaris menembus level auto reject atas (ARA) Rp 1.310.
Baca Juga
Prajogo Tempatkan Direksi dan Komisaris, Saham Petrosea (PTRO) Terbang ARA
Kenaikan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BRPT melesat menjadi Rp 121,40 triliun atau melewati market cap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Lompatan saham BRPT setelah beredar kabar bahwa perseroan melalui anak usahanya BREN telah memasukkan penawaran akuisisi saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) milik Peter Sondakh.
Penguatan selanjutnya melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencapai Rp 330 (10,41%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 3.500. Saham perusahaan petrokimia ini bergerak dalam rentang Rp 3.180-3.510. Penguatan ini menjadikan market cap TPIA melesat menjadi Rp 302,78 triliun.
Penguatan serupa juga melanda saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) senilai Rp 400 (5,86%) ke level tertinggi baru sepanjang masa menjadi Rp 7.225. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 6.800-6.825. Penguatan tersebut menjadikan market cap BREN melesat menjadi Rp 966,60 triliun atau mengejar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.097 triliun.
Baca Juga
IHSG Sesi I Kembali Melesat Ditopang Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini
Tak ketinggalan, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut menguat tipis Rp 50 (0,51%) menjadi Rp 9.800. Kenaikan tersebut menjadikan market cap CUAN bertambah menjadi Rp 110,16 triliun.
Tak ketinggalan, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 1.050 (20%) menjadi Rp 6.300. Saham ini terus menguat setelah Prajogo Pangestu menempatkan beberap orangnya di manajemen PTRO. Penempatan tersebut terkait dengan rencana CUAN mengakuisisi sebagian saham PTRO.
Kekayaan Prajogo
Lompatan harga saham tersebut menjadikan nilai kekayaan Prajogo Pangestu terus merangkak naik hingga mencapai angka tertinggi baru sepanjang hidupnya. Bahkan, kenaikan tersebut menjadikan selisih nilai kekayaannya dengan orang terkaya nomor dua di Indonesia makin jauh.
Berdasarkan data real time Forbes hingga siang ini, nilai kekayaan Prajogo melesat sebanyak US$ 2,5 miliar menjadi US$ 51,1 miliar. Peningkatan tersebut memperkuat posisi Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia dan menduduki peringkat 25 di dunia.
Baca Juga
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Prajogo Pangestu bertindak sebagai pemegang sebanyak 66,73 miliar saham BRPT atau setara dengan 71,19% saham.
Prajogo melalui BRPT juga bertindak sebagai pengendali saham BREN dengan kepemilikan 6,51 miliar saham BREN atau setara dengan 64,666%.
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali Petrindo Jaya (CUAN) dengan kepemilikan 9,56 miliar saham atau 85,07%. Dirinya juga tercatat sebagai pemegang langsung 7,78% saham Chandra Asri (TPIA). Prajogo melalui Barito Pacific (BRPT) mengendalikan 34,63% saham TPIA.

