Dalam Dua Pekan, Market Cap Barito Renewables (BREN) Bertambah Rp 435 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Komposisi top 10 emiten kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pergerseran pekan ini. Hal ini terjadi setelah kapitalisasi pasar PT Barito Renewables Indonesia Tbk (BREN) merangsek naik dalam dua pekan terakhir.
Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar perusahaan Prajogo Pangestu (BREN) ini telah melesat hampir empat kali lipat dalam 10 hari tranksaksi di bursa dari Rp 104 triliun saat listing perdana menjadi Rp 539 triliun pada penutupan perdagangan kemarin.
Baca Juga
Usai 9 Hari Terbang, Saham Barito Renewables (BREN) Akhirnya Terkoreksi
Dengan demikian saham BREN berhasil mencatatkan penambahan kapitalisasi pasar senilai Rp 435 triliun terhitung sejak 9 Oktober hingga 20 Oktober 2023 atau terjadi kenaikan peringkat dari urutan ke-13 menjadi ke 4.
Dengan lompatan tersebut, BREN kini berada di peringkat keempat untuk kapitalisasi pasar terbesar di BEI atau berada di bawah PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 658 triliun yang berada di peringkat ketiga.
Sebelumnya, Direktur Barito Renewables Merly melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, perseroan melalui anak usahanya Star Energy Group Holdings Pte Ltd (STAR) berkomitmen untuk mengembangkan usaha.
Baca Juga
Cuan dari BREN Terus Bertambah, Aneh Saham Barito (BRPT) Malah Lanjut Koreksi
Pengembangan dilakukan dengan melanjutkan proyek Salak Binary melalui penambahan kapasitas sebesar 15 MW yang telah mencapai mechanical completion hingga 3 Oktober 2023. Progress penambahan kapasitas tersebut telah mencapai 95,26%.
“Tahap penyelesaian berikutnya untuk mencapai COD adalah koneksi ke jaringan dan komisioning dengan target pada akhir 2023,” tulisnya dalam keterangan resminya.
Selain itu, dia mengatakan, STAR saat ini memulai proyek retrofit di lapangan Salak dengan target menambah kapasitas sebanyak 7,2 MW dan direncanakan beroperasi tahun 2025.
Baca Juga
BMKG Prakirakan Jakarta Diguyur Hujan Sabtu Siang hingga Malam
Perseroan juga berkomitmen untuk melanjutkan eksplorasi panas bumi di Hamiding (Maluku Uturan dan Sekincau Selatan (Lampung). Menurut dia, STAR sedang melakukan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di dua wilayah tersebut.
“STAR juga tetap aktfi mencari prospek pengembangan usaha melalui akuisisi atas perusahaan energi baru dan terbarukan baik di dalam dan luar negeri,” terangnya.

