Direkomendasikan Beli, Harga Saham PGN (PGAS) Bisa Menuju Level Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Perusaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN tetap menarik untuk dicermati didukung proyeksi kinerja keuangan yang tetap bertumbuh ke depan. Hal ini sejalan dengan perkiraan kemampuan untuk menjaga spread distribusi gas dalam jangka pendek.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset harian, Jumat (8/9/2023), menyebutkan bahwa Kementerian ESDM dan SKK Migas belum menaikkan harga jual gas non HBT hingga kini. Dengan demikian spread distribusi diprediksi tetap bertahan di level US$ 1,7 per bbtu.
Baca Juga
Sedangkan pasokan gas yang didistribusikan perseroan diprediksi cenderung turun. Diperkirakan pasokan gas alam cair dari blok Corridor akan turun sekitar 57%. Hal ini akan membuat kekurangan suplai sektiar 6 mmbtud pada 2023 dan sekitar 12 mmbtud pada 2024.
“Meski demikian, perseroan tengah mencari suplai gas lain yang berdekatan dengan pipanisasi SSWJ, seperti EMPT Bentu dan Petrochina Jabung, guna menutupi kekurangan pasokan dari blok Corridor,” terang analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset terbarunya.
Baca Juga
Usai Rilis Kinerja Keuangan, Begini Target Harga Saham PGN (PGAS)
Terkait aset SAKA tahun ini, dia mengatakan diperkirakan tidak ada lagi impairment, selama harga minyak dan gas (migas) tengah naik.
“Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PGAS dengan target harga Rp 1.800 per saham,” tulisnya dalam riset tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan laba bersih PGAS turun menjadi US$ 275 juta, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 383 juta. Begitu juga dengan pendapatan diprediksi meningkat dari US$ 3,56 miliar menjadi US$ 3,37 miliar.

