IHSG Bisa Menguat Menuju Resistance 6.421, Tiga Saham Ini Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/4/2025), berpotensi menguji resistance dengan rentang pergerakan 6.096-6.421 hari ini. Indeks masih berada dalam trend bearish, meski ditutup melesat kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa indeks tengah menguji area resistance penting level 6.421. Jika mampu ditembus, terbuka kesempatan lebar bagi indeks untuk melanjutkan penguatan ke level 6.511.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penguatan bursa saham dunia, seperti Dow Jones menguat 0,78%, S&P500 menguat 0,79%, dan Nasdaq naik 0,64%. Penguatan juga melanda bursa saham ERopa lebih dari 2% kemarin.
Di tengah peluang berlanjutnya penguatan indeks, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli tiga saham berikut, yaitu saham SMGR dengan target harga Rp 2.760-2.880, PGAS dengan target harga Rp 1.700-1.720, dan KLBF dengan target harga Rp 1.300-1.320. Sebaliknya saham BBNI direkomendasikan jual.
Kemarin, ditutup melonjak sebanyak 106,29 poin (1,70%) menjadi 6.368,29 dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 412,08 miliar. Net sell melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 693,10 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 71,16 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 53,21 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 50,29 miliar.
Baca Juga
Saham ‘Big Tech’ di Wall Street Melonjak Setelah Pengecualian Tarif Trump, Dow Melesat 300 Poin
Kenaikan indeks ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 6,02%, sektor property 3,72%, sektor consumer primer 3,06%, sektor kesehatan 2,97%, sektor energi 2,82%, sektor consumer non primer 2,92%, dan sektor industry 2,80%.
Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN naik 9,71% menjadi Rp 5.650, saham AMMN melesat 14,29% menjadi Rp 6.000, BRIS melesat sebanyak 9,25% menjadi Rp 2.480, dan BBCA menguat 1,51% menjadi Rp 8.400.
Adapun saham dengan kenaikan tertinggi dibukukan saham pendatang baru PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dengan kenaikan auto reject atas (ARA) di debut perdana dengan kenaikan Rp 64 (34,04%) menjadi Rp 252. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) sebanyak 19,79% menjadi Rp 1.120, saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 18,18% menjadi Rp 390, dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) melesat 18% menjadi Rp 118, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 17,68% menjadi Rp 4.860.

