IHSG Menuju Level 8.400, Tiga Saham Dipimpin ADRO Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/11/2025), masih dalam tren bullish dengan rentang pergerakan 8.320-8.418. Tiga saham ADRO, RATU, dan GJTL direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG kembali mencetak rekor tertinggi di level 8.394 dengan net foreign buy Rp 876 miliar pada akhir pekan lalu. Kinerja positif masih ditopang oleh antusiasme terhadap saham-saham yang baru masuk indeks MSCI serta pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish dengan support di 8.320 dan resistance di 8.418. Pekan ini, pasar akan mencermati data consumer confidence dan retail sales sebagai sentimen penggerak berikutnya.
Baca Juga
Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional Besok, Termasuk Soeharto
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti Dow Jones ditutup menguat 0,16% akhir pekan lalu. Begitu juga dengan indeks S&p500 naik 0,13%. Sebaliknya indeks Nasdaq melemah tipis 0,21%.
Di tengah peluang penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ADRO dengan target harga Rp 1.985-2.100, RATU dengan target harga Rp 9.450-1.525, dan GJLT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.115-1.145.
Adapun sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi atau penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) selama tiga hari beruntun. Rekor tersebut menjadikan penguatan pekan ini mencapai 2,83% menjadi 8.394.
Baca Juga
Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game Online dan Bullying
Rekor pertama terjadi pada 5 November dengan penguatan indeks sebanyak 76,61 poin (0,93%) menjadi Rp 8.318. Rekor selanjutnya terjadi pada 6 November setelah menguat 18,53 poin (0,22%) menjadi Rp 8.337. Terakhir rekor pada 7 November dengan penguatan 57,53 poin (0,69%) menjadi 8.394.
Penguatan tersebut memicu kapitalisasi pasar BEI melesat sebanyak Rp 459 triiliun atau 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 3,45 triliun sepanjang pekan ini.

