Kembali Melemah, Market Cap BREN Terjungkal dari Posisi Dua
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) kembali mencatatkan penurunan pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2023). Koreksi tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) perseroan terpental dari posisi kedua menjadi ketiga.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham BREN turun Rp 325 (5,58%) menjadi Rp 5,950 hingga transaksi saham pukul 10.00 WIB, sehingga market cap melorot menjadi Rp 796,02 triliun.
Baca Juga
Koreksi Dalam Saham BRPT dan BREN, Nilai Kekayaan Prajogo Pangestu Terpangkas
Sedangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru berhasil cetak kenaikan Rp 75 (1,44%) menjadi Rp 5,275 menjadikan market cap saham bank pelat merah ini menjadi Rp 799,68 triliun. Dengan raihan market cap tersebut, BBRI kembali menempati posisi kedua sebagai emiten dengan market cap terbesar di BEI.
Penurunan harga saham BREN tersebut telah berlangsung dalam dua hari terakhir. Harga saham BREN mulai terkoreksi setelah mencapai level penutupan tertinggi sepanjang masa Rp 6.800 pada 20 November 2023.
Baca Juga
DPR Apresiasi Kinerja Pertamina, Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Nataru 2024
Meski mengalami koreksi hingga berada di rentang Rp 5.950, saham BREN masih mencatatkan lompatan harga sebanyak 662,82% dari level Rp 780 menjadi Rp 5.950 terhitung sejak listing perdana 9 Oktober hingga perdagangan intraday sesi I hari ini.
Sedangkan Prajogo Pangestu selaku pengendali secara tidak langsung saham BREN tercatat sebagai investor yang paling diuntungkan atas lompatan harga saham perusahaan geothermal tersebut dalam dua bulan terakhir. Bahkan, dirinya sempat mencatatkan nilai kekayaan US$ 46 miliar didukung lompatan saham miliknya.

