Prospek Mengkilap, Target Saham AVIA Milik Crazy Rich Surabaya Diangkat
JAKARTA, investortrust.id – Saham perusahaan cat milik crazy rich Surabaya Harmanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk (AVIA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 730 per saham.
Tim Riset PT Samuel Sekuritas menilai AVIA punya potensi memacu kinerjanya agar mengkilap di masa datang.
Potensi ini seiring dengan peluncuran tiga produk baru AVIA di kuartal III-2023, yaitu Admiral Wood Filler Epoxy, Admiral Cat Kapal, dan Aries Bling. Produk tadi menyasar segmen mid-tier.
AVIA memutuskan untuk fokus pada produk mid-tier karena memperhitungkan lemahnya pertumbuhan daya beli masyarakat.
Baca Juga
Tidak berhenti disitu, AVIA berencana meluncurkan tujuh produk baru, mulai dari cat tembok hingga cat kayu dan logam di tahun ini.
Selain meluncurkan produk baru, perusahaan milik crazy rich Surabaya ini juga sedang memperluas jaringan distribusinya, untuk membantu mencapai target 95% layanan pengiriman satu hari. AVIA membuka lima pusat distribusi (DC) baru milik sendiri dan sembilan DC mini baru.
‘’Kami yakin strategi ini akan membantu meningkatkan penjualan AVIA di masa depan, yang mendorong kami memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 7,4 triliun di 2023 tumbuh 10,1% year on year dan Rp 7,9 triliun tahun 2024 atau dengan estimasi pertumbuhan 7,5% YoY,’’ papar Daniel Aditya Widjaja dalam riset yang diterbitkan, Jumat (15/9/2023).
Selain itu, penurunan harga bahan baku akan membantu AVIA meningkatkan margin laba kotor menjadi 42,2% di 2023 dari tahun 40,6% tahun 2022, yang akan mendongkrak laba bersih AVIA tahun ini menjadi Rp 1,5 triliun, mencerminkan pertumbuhan 10,22% YoY dengan NPM sebesar 20,9%.
Selain prospek kinerja, Tim Riset Samuel Sekuritas menyebut harga saham AVIA relatif murah setelah penurunan tajam sebesar 32,4% dari harga saham saat Initial Public Offering (IPO).
Baca Juga
"Kami melihat saat ini sebagai titik masuk yang baik untuk berinvestasi, mengingat masih banyaknya ruang pertumbuhan bagi AVIA. Karenanya, kami memutuskan untuk mengupdrade rating kami menjadi buy (dari hold) dengan target price (TP) Rp 730, mengimplikasikan P/E FY24F sebesar 21.2x,” papar Daniel Aditya Widjaja.
Kendati begitu Daniel mengingatkan adanya potensi risiko bisnis, terutama terkait kenaikan harga bahan baku yang lebih tinggi, serta permintaan cat tembok yang lebih rendah dari perkiraan.
Pabrik Baru
Sementara terkait pabrik baru di Cirebon yang direncanakan mulai beroperasi pada awal tahun 2025, dinilai akan memberikan kapasitas produksi tambahan sebesar 225 kTon.
Proyek tersebut saat ini berjalan sesuai rencana, dan perseroan memproyeksikan pabrik tersebut akan mulai berproduksi pada semester II-2025, dengan kapasitas produksi 100 kTon pada tahun pertama sebelum mencapai kapasitas penuh pada tahun 2026, sehingga total kapasitas produksi perseroan akan menjadi 511 kTon.
‘’Kami memperkirakan penambahan kapasitas ini akan membantu meningkatkan volume penjualan AVIA menjadi 228 kTon pada tahun 2025 dan 317 kTon pada tahun 2026,” imbuh Daniel Aditya Widjaja.

