Giat Ekspansi, Target Saham Milik Crazy Rich Asal Medan STAA Dikerek Naik
JAKARTA, investortrust.id – Harga crude palm oil (CPO) pasar global yang berpotensi meningkat ke level RM 4.000 per ton atau Rp 12 ribu per ton menjadi sentimen positif bagi emiten perkebunan sawit.
Terlebih bila perusahaan aktif melakukan ekspansi bisnis sebagaimana emiten milik crazy rich asal Medan Suwandi Sudjaja yani PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA).
Tim Riset PT Samuel Sekuritas menyampaikan STAA sedang melakukan agenda ekspansi bisnis baik secara horizontal maupun vertikal.
Baca Juga
Tiga Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini Melesat, Begini Perkembangan Market Cap Terbarunya
Perusahaan melalui anak usahanya, PT Sumber Tani Agung Oils and Fats (STAOF) membangun industri hilir kelapa sawit yakni fasilitas refinery di Dumai yang akan beroperasi di semester I-2024.
Pada fase pertama pabrik ini akan dapat melakukan refinari dan fraksinasi 2.000 ton/hari. Fasilitas ini juga didukung tangki timbun yang dapat memuat 64 ribu ton produk hasil refinari dan juga dilengkapi dermaga dengan kapasitas kapal mencapai 50 ribu DWT sehingga memudahkan pelanggan untuk melakukan pembelian.
“STAOF akan memproduksi produk sawit bernilai tambah yang dapat menambah margin keuntungan bersih hingga 300 bps saat beroperasi penuh,’’ tulis Analis Samuel Sekuritas, Yosua Zisokhi dan Daniel Widjaja dalam riset terbaru yang diterbitkan, Jumat (15/9/2023).
Tidak hanya itu, STAA diketahui sedang gencar melakukan skspansi lahan dan pabrik hingga 2025. Akuisisi lahan sebesar 6.000 Ha pada akhir tahun lalu membuat potensi produksi internal akan meningkat ke depannya, di mana umur tanaman rata-rata saat ini tergolong prima (13 tahun) dengan 74% lahan berada di rentang 7-20 tahun.
Baca Juga
Sepekan Semarak, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Saham Rp 13,44 Triliun
‘’Hal ini tentu berpotensi menambah 5% volume produksi internal pada 2024 dan 2025. Kami menilai dalam 5 tahun mendatang belum akan penurunan kuantitas TBS yang dihasilkan, perusahaan juga berkomitmen untuk terus menambah lahan hingga mencapai 60 ribu Ha di 2025,” tulis Samuel.
Di sisi lain, pabrik kelapa sawit juga terus ditambah, di mana pada semester II-2023 akan mulai dibangun pabrik berkapasitas 45 tph dan pada 2024 akan ada penambahan PKS baru dengan kapasitas yang sama, sehingga total kapasita produksi akan naik 20% atau mencapai 540 tph di 2025 mendatang.
Mengacu pada Langkah ekspansi serta potensi kenaikan harga CPO, Samuel menyematkan rekomendasi beli pada saham STAA dengan target price (TP) Rp 1.075 per saham.
“Target tadi mengimplikasikan EV/ton sebesar US$ 1.075 (25% lebih premium dari rata-rata EV/ton peers),” papar Riset Samuel.
Kendati begitu, pemodal tetap perlu mencermati potensi tidak tercapainya TP yang ditetapkan diantaranya: perubahan kebijakan global terkait CPO, anomali cuaca dan pergerakan minyak nabati lainnya.

