Sekuritas Ini Pertahankan Pilihan Teratas Saham BBCA, Berikut Faktor Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk saham sektor perbankan didukung kualitas aset paling bagus dan dana murah terbesar. Pilihan tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan kredit perseroan hingga kuartal III-2023 lanjutkan lompatan.
Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim mengatakan, pilihan teratas saham BBCA juga didukung keberhasilan bank tersebut untuk mencatatkan peningkatan sejumlah indikator hingga September 2023.
Baca Juga
Laba BCA Melesat 25,8% Jadi Rp 36,4 Triliun di Kuartal III-2023
Di antaranya, laba bersih bertumbuh sebanyak 26% menjadi Rp 36,4 triliun hingga kuartal III-2023. Angka tersebut sudah merefleksikan 73% dari perkiraan Maybank dan 75% dari proyeksi consensus analis.
Perseroan juga berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) menjadi 21,3% dan NIM kembali meningkat menjadi 5,5%. Sedangkan provisi tetap rendah mencapai Rp 2,3 triliun atau turun 42% dari periode sama tahun lalu.
Tak hanya itu, dia mengatakan, pertumbuhan kredit perseroan mencapai 12,3% sampai September 2023 atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan. “Dengan realisasi tersebut, kami yakin bahwa pertumbuhan kredit perseroan bakal sesuai target mencapai 11,5% tahun ini,” terangnya dalam riset harian yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Kredit BCA (BBCA) Tembus Rp 766,1 Triliun, Semua Segmen Tumbuh Double Digit
Terkait dana murah atau CASA, dia mengatakan, bertumbuh 4,7% sampai September 2023. Hal ini membuat CASA perseroan meningkat dengan kontribusi sebanyak 80%. Dengan demikian perseroan memiliki sarana untuk memitigasi kenaikan biaya dana di tengah kenaikan suku bunga.
“Oleh karena itu, kami mempertahankan saham BBCA sebagai pilihan teratas untuk saham sektor perbankan. Pilihan tersebut didukung kualitas aset perseroan paling baik, pendanaan termurah, dan konsisten mencetak kenaikan laba bersih,” tulisnya.
BBCA sebelumnya melaporkan laba bersih Rp36,4 triliun sampai September 2023, tumbuh 25,8% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan kenaikan total kredit sebesar 12,3% YoY menjadi Rp766,1 triliun.
Baca Juga
Sejumlah Pendiri Buka Peluang Lepas Saham, GOTO Dibuka Anjlok
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, kenaikan laba juga didorong oleh konsistensi Perseroan dalam menjaga kualitas pinjaman, peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
Pertumbuhan kredit BCA terjadi di semua segmen. Kredit UKM menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, yaitu naik 16,4% YoY menjadi Rp104,8 triliun.
Sementara itu, kredit korporasi tumbuh 12,2% YoY mencapai Rp343,5 triliun, dan kredit komersial naik 6,5% YoY mencapai Rp121,0 triliun. Di segmen kredit konsumer, KPR tumbuh 11,5% YoY menjadi Rp117,9 triliun, dan KKB naik 22,1% YoY menjadi Rp53,5 triliun.

