Saham Indofood (INDF) Jadi Pilihan Teratas, Berikut Faktor Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi pilihan teratas untuk saham sektor konsumer, seiring dengan keberhasilan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan sepajang 2023. Pertumbuhan didukung peningkatan margin keuntungan dan penurunan beban keuangan.
Tahun lalu, Indofood (INDF) membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 28,1% dari Rp 6,35 triliun menjadi Rp 8,14 triliun. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 110,83 triliun menjadi Rp 111,70 triliun.
Baca Juga
Faktor utama penopang kenaikan laba bersih berasal dari penurunan biaya keuangan sebanyak 55,9% dari Rp 3,52 triliun menjadi Rp 7,99 triliun. Kenaikan laba juga didukung pertumbuhan pendapatan keuangan dari Rp 596 miliar menjadi Rp 1,96 triliun.
“Kami menyukai saham INDF didukung valuasi yang masih atraktif dan lebih murah dibandingkan valuasi saham ICBP. Saat ini, saham INDF ditransaksikan dalam diskon besar mencapai 57%, dibandingkan rata-rata transaksi dalam lima tahun terakhir dengan diskon 49%,” tulis analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Menariknya valuasi saham emiten grup Salim ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INDF dengan target harga menjadi Rp 7.700. Sedangkan pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024), saham INDF ditutup melemah Rp 25 (0,39%) menjadi Rp 6.350, sehingga terbuka potensi penguatan 21,25%.
Baca Juga
Soliditas Outlook Anak Usaha Perkokoh Performa Indofood (INDF)
Target harga tersebut juga mempertimbangkan potensi rata-rata peningkatan tahunan (CAGR) laba bersih dalam lima tahun ke depan berkisar 13%. Kenaikan laba didukung ekspektasi pertumbuhan margin keuntungan bersamaan dengan penurunan biaya bahan baku.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih INDF menjadi Rp 9,47 triliun tahun ini dan diharapkan kembali meningkat menjadi Rp 10,64 triliun pada 2025. Sedangkan pendapatan tahun 2024 diperkirakan meningkat menjadi Rp 116,66 triliun dan menjadi Rp 121,90 triliun.
Prediksi Kinerja Keuangan INDF
Sumber: Sucor Sekuritas

