IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis, Saham POLU, GZCO, dan GPSO Justru Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (25/9/2023), ditutup turun tipis 4,17 poin (0,06%) menjadi 7.012,67. IHSG bergerak dalam rentang 7.000-7.029.
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor consumer primer 0,32%, sektor infrastruktur 0,49%, sektor transportasi 0,39%, sektopr keuangan 0,24%, dan sektor property 0,22%.
Baca Juga
Bursa Karbon Diluncurkan Besok, Saham Kencana Energi (KEEN) Memasuki Babak Baru
Sebaliknya penguatan melanda beberapa sektor saham berikut, yaitu saham sektor material dasar 0,56%,l setkor energi 0,37%, sektor industry 0,27%, dan sektor consumer non primer 0,41%.
Meski IHSG ditutup terkoreksi tipis, beberapa saham berikut berhasil mencatatkan lompatan harga, seperti saham PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 130 (24,53%) menjadi Rp 660.
Penguatan juga melanda saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) naik Rp 20 (21,28%) menjadi Rp 114, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik Rp 23 (20,18%) menjadi Rp 137, PT Duta Intidaya TBk (DAYA) menguat Rp 30 (12,71%) menjadi Rp 266, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menguat Rp 52 (11,71%) menjadi Rp 496, dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik Rp 30 (9,74%) menjadi Rp 338.
Baca Juga
Tenan Lanjutkan Pertumbuhan, Saham Mitratel (MTEL) Kian Menarik
Sebaliknya penurunan dalam melanda ketiga saham ini, yaitu saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), PT PAM Mineral Tbk (NCIL), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Trias Sentosa Tbk (TRST), dan PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI).

